![]() |
| Ketua PWMOI Sumba Barat Daya, Robert Syukur Djola soroti kekerasan terhadap Wartawan di SBD. [Foto : PWMOI_Network] |
Star News INDONESIA, Kamis, (23 April 2026). TAMBOLAKA - Persatuan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Kabupaten Sumba Barat Daya mengecam keras tindakan pengeroyokan terhadap seorang wartawan media Tipikor, Gunter Meha, yang terjadi di wilayah tersebut pada Kamis (23/04/2026).
Ketua PWMOI Sumba Barat Daya, Robert Syukur Djola, menyebut aksi kekerasan tersebut sebagai bentuk premanisme yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai kebebasan pers di Indonesia.
Insiden pengeroyokan itu terjadi di tengah agenda kunjungan kerja pejabat pemerintah di Sumba Barat Daya.
Peristiwa tersebut dinilai memperburuk citra daerah, terlebih karena diduga melibatkan oknum pegawai rumah sakit yang seharusnya memberikan pelayanan publik secara profesional.
“Wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas merupakan tindakan kriminal yang tidak dapat dibenarkan,” ujar Robert dalam pernyataan resminya.
Ia menegaskan bahwa wartawan memiliki peran penting sebagai pilar keempat demokrasi, sehingga perlindungan terhadap profesi ini harus dijamin oleh semua pihak.
Menurutnya, tindakan pengeroyokan tersebut tidak hanya merugikan korban, tetapi juga mencoreng institusi tempat para pelaku bekerja.
Terkait kejadian ini, PWMOI Sumba Barat Daya mendesak Kepolisian Resor Sumba Barat Daya untuk segera mengambil langkah tegas.
Mereka meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, menangkap para pelaku, serta memberikan sanksi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, PWMOI juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum agar kepercayaan publik tetap terjaga dan rasa aman bagi insan pers dapat terjamin.
PWMOI menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga para pelaku diproses secara hukum.
Organisasi tersebut berharap penegakan hukum yang tegas dapat menjadi efek jera sekaligus menjaga kehormatan profesi wartawan di daerah tersebut.
Penulis : Agung Wiranata
Editor : Burhanudin Iskandar

