![]() |
| Tokoh Masyarakat Paulus Arfianto Ratu, yang akrab disapa Polce Wara. Foto : Eben Domaking/Maria Patricia |
Star News INDONESIA, Sabtu, (18 April 2026). ENDE - Pemerintah Kabupaten Ende mulai mengambil langkah konkret dalam membenahi berbagai persoalan perkotaan, mulai dari banjir, sampah hingga penataan kawasan pasar.
Upaya ini sejalan dengan program nasional Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang tengah digalakkan pemerintah pusat.
Di bawah kepemimpinan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, penataan kota diawali dengan penertiban bangunan liar di kawasan sempadan Pantai Ndao.
Kawasan tersebut dinilai sebagai zona perlindungan pesisir sekaligus ruang terbuka hijau yang seharusnya dapat diakses publik.
Langkah penertiban ini disebut sebagai kebijakan strategis yang dilakukan secara terukur dan sesuai dengan regulasi tata ruang yang berlaku.
Pemerintah daerah menilai keberadaan bangunan liar di kawasan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi mengganggu fungsi lingkungan dan estetika kota.
Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari tokoh masyarakat Kabupaten Ende, Paulus Arfianto Ratu, yang akrab disapa Polce Wara.
Ia menilai langkah yang diambil Bupati merupakan awal penting dalam mewujudkan wajah baru Kota Ende yang lebih tertata dan nyaman.
Selain penertiban kawasan pesisir, Polce juga mendorong pemerintah daerah untuk segera membenahi persoalan infrastruktur dasar, khususnya drainase dan ruas jalan yang tertutup sampah.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir di sejumlah titik kota.
“Penanganan drainase yang tertutup dan tersumbat sampah harus menjadi perhatian serius agar persoalan banjir bisa diatasi secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia berharap upaya penataan kota tidak hanya berhenti pada penertiban bangunan liar, tetapi juga diikuti dengan solusi berkelanjutan yang menyentuh kebutuhan masyarakat luas.
Di akhir pernyataannya, Polce Wara memberikan apresiasi terhadap langkah Bupati Ende dalam mendorong perubahan menuju “Ende Baru”.
Ia menekankan pentingnya dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan agar program penataan kota dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Penulis : Eben Domaking
Editor : Maria Patricia

