![]() |
| Kunjungi BPS NTT, Menteri PPN dorong Produktivitas Pertanian dan Hilirisasi, Senin (14/9). Foto : Ist. |
Star News INDONESIA, Senin, (14 September 2026). JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebut Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Rachmat saat bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi Kantor BPS Provinsi NTT, Senin (14/9/2026).
Rachmat mengibaratkan BPS sebagai "meteran pembangunan". Data yang dihasilkan BPS, menurut dia, tidak cukup hanya menjadi angka statistik, tetapi harus mampu menjelaskan kondisi pembangunan sekaligus menjadi pijakan dalam menentukan kebijakan.
"Sebagaimana listrik membutuhkan meteran untuk mengukur pemakaian, pembangunan juga membutuhkan data yang akurat untuk mengukur capaian, menentukan arah dan mengevaluasi kebijakan," kata Rachmat.
Menurut Rachmat, penggunaan data yang berkualitas menjadi semakin penting bagi NTT karena pemerintah daerah menghadapi keterbatasan sumber daya. Dengan kondisi tersebut, program pembangunan harus diarahkan ke sektor-sektor yang memiliki dampak ekonomi paling besar.
Pertanian Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi NTT
Rachmat melihat sektor pertanian sebagai salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi NTT.
Struktur ekonomi NTT yang masih banyak ditopang sektor pertanian dinilai memberikan ruang besar bagi peningkatan produktivitas. Jika produktivitas pertanian meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga dapat menggerakkan sektor ekonomi lainnya.
Rachmat mencontohkan komoditas jagung
Produktivitas jagung sekitar 2,6 ton per hektare, menurut dia, masih dapat ditingkatkan hingga sekitar 4 ton per hektare.
Kenaikan produktivitas tersebut dinilai dapat memberikan lompatan signifikan apabila diterapkan secara luas di wilayah NTT.
"Kalau dilakukan secara luas, tentu akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
Data BPS menunjukkan sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian NTT dengan kontribusi sekitar 28-30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Kondisi itu sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas pertanian menjadi salah satu titik penting dalam strategi pembangunan ekonomi NTT.
Hilirisasi Tak Harus Industri Besar
Selain meningkatkan produktivitas, Rachmat mendorong NTT memperkuat hilirisasi komoditas lokal.
Menurut dia, hilirisasi tidak selalu identik dengan pembangunan industri berskala besar. Pengolahan sederhana di tingkat masyarakat pun
Penulis : Yus Buky
Editor : Hila Diaz

