![]() |
| Trio MOI NTT : Herry FF Battileo, S.H., M.H., Andre Lado, S.H., dan Rusydi S. Maga, S.H., jadi Silet Maut pers dan hukum. [Foto : Ist] |
Star News INDONESIA, Rabu, (09 September 2026). KOTA KUPANG - Lanskap supremasi hukum dan kemerdekaan pers di NTT kini memasuki babak baru yang kian diperhitungkan.
Sebuah kekuatan strategis yang memadukan penegakan hukum berbasis jejaring media massa masif, melahirkan apa yang disebut publik sebagai 'Silet Maut' dari bumi Flobamora.
Tiga figur sentral di balik pergeseran peta kekuatan perpolitikan pers dan hukum ini adalah Herry FF Battileo, S.H., M.H., Andre Lado, S.H., dan Rusydi Saleh Maga, S.H.
Ketiganya berhasil meruntuhkan sekat tradisional yang memisahkan antara ruang redaksi dan meja pengadilan, menjadi satu aliansi pertahanan publik yang sulit dibendung.
Di puncak hierarki aliansi ini, berdiri Herry FF Battileo. Pengacara senior yang juga merupakan Ketua DPW Media Online Indonesia (MOI) Provinsi NTT ini bertindak sebagai patron hukum tertinggi.
Memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Oelamasi dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya, Herry menjadi otak di balik rancang bangun strategi hukum di setiap perkara besar yang mereka kawal.
Kekuatan legal tersebut kemudian diamplifikasi secara masif oleh Andre Lado. Menjabat sebagai Sekretaris DPW MOI NTT sekaligus Ketua DPW PWMOI NTT, Andre bukan sekadar advokat muda yang progresif.
Ia adalah seorang media magnate bagi pers lokal yang mengontrol jaringan gurita puluhan media daring di Indonesia.
Melalui lini medianya, Andre memegang kendali atas arus informasi dan pembentukan opini publik.
Menyempurnakan ekosistem ini, Rusydi Maga hadir sebagai representasi jurnalisme investigatif.
Mantan wartawan senior pendiri Zonalinenews yang baru saja disumpah sebagai advokat Peradi pada pertengahan 2026 ini, merupakan motor penggerak di lapangan.
Keahlian Rusydi dalam membedah fakta, mengumpulkan bukti, dan melakukan kaderisasi wartawan menjadikannya jangkar taktis yang menghubungkan realitas lapangan dengan ruang sidang.
Sinergi mutakhir ini terbukti bukan sekadar konsep di atas kertas. Saat menangani kasus akun anonim "Lika Liku NTT" yang menyita perhatian publik pada Juni 2026 lalu, aliansi ini bergerak simultan.
Andre Lado memimpin tim hukum di lapangan sembari mengamankan eksposur pemberitaan, didukung oleh analisis berkas Rusydi Maga, di bawah supervisi hukum dari Herry Battileo. Hasilnya, hak konstitusional saksi terlindungi dari prosedur hukum yang menyimpang.
Tidak hanya defensif dalam delik sengketa pers, aliansi ini juga mulai merambah pada pembelaan hak-hak masyarakat kecil yang terpinggirkan, termasuk pendampingan agresif pada kasus-kasus kekerasan seksual anak di bawah umur di Kota Kupang.
Pesan yang dikirimkan oleh trio MOI NTT ini sangat jelas, bahwa di era digital, hukum yang bisu tanpa gaung media akan mudah dimanipulasi, sementara media yang berisik tanpa fondasi hukum yang kuat akan mudah dikriminalisasi.
Ketika pena wartawan dan toga advokat bersatu dalam satu komando strategis, mereka tidak hanya sedang membela klien, melainkan sedang membangun sebuah benteng keadilan baru yang tak terbendung di Nusa Tenggara Timur.
Penulis : Berto Da Costa
Editor : Bayu Indrawan

