![]() |
| Andre Lado, S.H., warga Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Sabtu (01/08). Foto : Frans Ora/Maria Patricia |
Star News INDONESIA, Sabtu, (01 Agustus 2026). KOTA KUPANG - Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan permukiman warga di RT 032/RW 013, RT 033/RW 013, dan RT 034/RW 014, Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perhatian warga setempat.
Kerusakan badan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan semakin terasa dampaknya, terutama ketika memasuki musim penghujan.
Persoalan tidak hanya berkaitan dengan kondisi permukaan jalan, tetapi juga sistem drainase yang belum memadai untuk mengalirkan limpasan air.
Andre Lado, S.H., warga RT 033/RW 013 Kelurahan Oepura yang dikenal sebagai salah satu tokoh pers di Provinsi NTT tersebut berharap agar persoalan ini dapat menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota Kupang.
Menurut Andre, penanganan infrastruktur di kawasan tersebut penting dilakukan bukan semata-mata untuk memperbaiki badan jalan, melainkan juga memastikan akses masyarakat tetap aman dan nyaman sepanjang tahun.
“Harapan kami pemerintah dapat membantu mengatasi kesulitan yang selama ini dirasakan masyarakat,” ujarnya kepada sejumlah awak media, pada Sabtu, (01/8/2026).
Dijelaskannya bahwa ketika hujan turun, terdapat mata air yang muncul di pekarangan salah seorang warga di wilayah Kelurahan Belo. Kondisi itu kemudian diperparah dengan belum tersedianya saluran drainase yang mampu mengarahkan aliran air secara baik.
Limpasan tersebut akhirnya mengalir melewati pekarangan warga dan menuju jalan yang menjadi akses penghubung bagi masyarakat di tiga RT. Volume air yang cukup besar membuat ruas tersebut dibanjiri dalam waktu panjang.
Menurut Andre, aliran air bahkan dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Kondisi tersebut secara perlahan berdampak terhadap ketahanan badan jalan dan mempercepat kerusakan pada sejumlah bagian ruas yang dilalui masyarakat.
Persoalan itu juga berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari warga. Akses yang kurang nyaman dapat menyulitkan masyarakat ketika hendak bepergian, mengangkut kebutuhan rumah tangga, maupun menjalankan berbagai kegiatan lainnya.
Tidak hanya pada musim hujan, persoalan serupa juga dirasakan ketika cuaca memasuki periode kering.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Permukaan jalan yang mengalami kerusakan dan tidak tertutup dengan baik menimbulkan debu ketika dilalui kendaraan maupun tertiup angin.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar ruas tersebut, keberadaan akses jalan yang layak memiliki manfaat yang lebih luas.
Infrastruktur yang baik dapat menunjang mobilitas, memperlancar hubungan antarpermukiman, serta memberikan rasa aman bagi warga dalam menjalankan aktivitas.
Karena itu, Andre berharap persoalan tersebut dapat dilihat sebagai kebutuhan bersama yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Ia mendorong adanya langkah penanganan yang tidak hanya berfokus pada perbaikan permukaan jalan, tetapi turut mempertimbangkan persoalan aliran air yang menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan.
Pendekatan tersebut dinilai dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan. Dengan pengelolaan drainase yang baik dan kondisi jalan yang memadai, masyarakat di tiga RT tersebut diharapkan tidak lagi menghadapi persoalan yang sama setiap kali musim penghujan datang.
Andre juga berharap komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dapat terus dibangun sehingga kebutuhan infrastruktur di tingkat lingkungan dapat dipetakan dan ditangani sesuai skala prioritas.
Dirinya menegaskan bahwa, perhatian terhadap akses dasar masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas warga dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
“Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih mudah dan nyaman. Karena itu, kami berharap ada solusi yang memberikan manfaat bagi warga secara luas,” kata Andre.
Persoalan jalan dan drainase tersebut kini menjadi harapan warga agar dapat memperoleh perhatian serta penanganan sesuai kewenangan dan program pembangunan Pemerintah Kota Kupang.
Penataan yang terintegrasi antara saluran air dan badan jalan diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat di kawasan tersebut.
Penulis : Frans Ora
Editor : Maria Patricia





