![]() |
| Pemda DIY beri apresiasi prestasi seni dan budaya anak 2026, Selasa (14/07). Foto : Litha Andayani/Meli Purba |
Star News INDONESIA, Selasa, (14 Juli 2026). YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY kembali memberikan penghargaan kepada generasi muda yang berprestasi dan berdedikasi dalam melestarikan kebudayaan daerah.
Sebanyak delapan pelaku seni budaya anak dan dua sanggar seni menerima penghargaan dalam ajang Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak DIY Tahun 2026 yang digelar di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (14/7).
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 226 Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, prestasi, dan kontribusi anak-anak dalam mengembangkan seni dan budaya di Yogyakarta.
Delapan penerima penghargaan berasal dari berbagai bidang seni, yakni Ivo Lanta Sang Kesawa (seni pedalangan wayang kulit), Francis El Nathan Hardianto (seni tari), Nabila Firamanda Latifa (seni geguritan), Gerardus Garda Gandara (seni musik), Kinaryusi Meida Laksono (seni sastra), Samuel Pradipta Nareswara (seni rupa), Hasnan Fathul Rafa (seni pedalangan wayang golek), serta Jassiena Phariza Hafsah (seni peran).
Selain penghargaan individu, Pemda DIY juga memberikan apresiasi kepada dua lembaga seni yang dinilai berperan aktif dalam pembinaan generasi muda, yakni Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja dan Sanggar Move Art Dance.
Dalam sambutan Gubernur DIY yang dibacakan Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, para penerima penghargaan diminta menjadikan apresiasi tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar dan berkarya.
"Penghargaan ini merupakan pengakuan atas bakat, ketekunan, kedisiplinan, serta proses panjang yang telah kalian jalani. Jangan memandang penghargaan ini sebagai puncak perjalanan. Jadikan penghargaan ini sebagai pintu untuk belajar lebih luas dan berkarya lebih sungguh-sungguh," ujar Aria membacakan sambutan Gubernur DIY.
Menurutnya, setiap pencapaian lahir dari proses yang tidak mudah, mulai dari latihan yang dilakukan berulang kali, keberanian memperbaiki kesalahan, hingga semangat untuk terus mencoba meski menghadapi berbagai tantangan.
Aria juga menyampaikan pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X agar para pelaku seni budaya muda senantiasa memegang teguh nilai-nilai luhur sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh sebagai pedoman dalam berkarya dan menjalani kehidupan.
Melalui program apresiasi ini, Pemda DIY berharap lahir semakin banyak generasi muda yang mampu menjaga, mengembangkan, sekaligus mewariskan kekayaan seni dan budaya Yogyakarta kepada generasi mendatang.
Penghargaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat regenerasi pelaku budaya sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya yang menjadi identitas Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penulis : Litha Andayani
Editor : Meli Purba

