Asal Usul Istilah "Duit": Warisan VOC yang Masih Hidup di Indonesia dan Malaysia
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • RELIGI
  • ZODIAK
  • MUSIK
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Asal-Usul Istilah Duit › DUIT › NASIONAL › SEJARAH › Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) › VOC

Asal Usul Istilah "Duit": Warisan VOC yang Masih Hidup di Indonesia dan Malaysia

Rabu, September 17, 2025

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Mata Uang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Foto : Arsip Sejarah Nasional


Star News INDONESIA, Rabu, (17 September 2025). JAKARTA - Istilah "duit" yang akrab di telinga masyarakat Indonesia dan Malaysia saat menyebut uang ternyata memiliki akar sejarah yang panjang. Kata tersebut berasal dari nama sebuah koin logam kecil yang pernah diterbitkan oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), perusahaan dagang Belanda yang menguasai sebagian besar wilayah Nusantara dan Semenanjung Melayu pada abad ke-17 hingga 18.


VOC, sebagai kekuatan kolonial besar di Asia, mencetak berbagai jenis mata uang logam untuk mendukung aktivitas perdagangannya. Salah satu yang paling populer di kalangan rakyat adalah koin kecil dari tembaga bernama duit, yang nilainya sangat rendah, hanya fraksi kecil dari satu gulden—mata uang utama Belanda kala itu.


Kecil, Murah, dan Banyak Beredar


Koin duit memiliki ukuran kecil, biasanya berbahan tembaga, dan dicetak dengan simbol khas VOC—huruf "V", "O", dan "C" yang bertumpuk. Beberapa juga mencantumkan tahun pembuatan dan lokasi pencetakan, seperti "Batavia", yang kini dikenal sebagai Jakarta.


Karena nilainya yang rendah dan mudah diperoleh, koin ini menjadi alat transaksi utama bagi masyarakat lokal dalam kehidupan sehari-hari. Dalam waktu singkat, istilah duit pun mulai digunakan secara umum untuk menyebut "uang", dan bertahan hingga hari ini.


Warisan Bahasa Kolonial


Meskipun VOC bubar pada akhir abad ke-18, pengaruhnya terhadap budaya dan bahasa lokal tetap terasa. Kata "duit" adalah salah satu warisan linguistik yang masih digunakan di Indonesia dan Malaysia hingga kini. Tak hanya di pasar tradisional atau percakapan informal, istilah ini juga kerap muncul dalam media massa, lagu populer, bahkan film.


Sejarawan menyebut fenomena ini sebagai bagian dari memori kolonial yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat pasca-penjajahan.


"Ini contoh bagaimana kekuasaan kolonial tak hanya meninggalkan jejak fisik, tapi juga membentuk budaya dan bahasa lokal," kata seorang ahli sejarah Asia Tenggara dari Universitas Indonesia.


Dari VOC ke Dompet Digital


Menariknya, meski bentuk fisik duit telah lama menghilang dari peredaran, istilah tersebut kini malah hidup dalam bentuk yang jauh lebih modern—seperti nama-nama aplikasi dompet digital. Di Indonesia, misalnya, istilah duit digunakan dalam nama produk teknologi finansial seperti "DANA", "OVO", dan "LinkAja", yang kerap mempromosikan fitur-fitur "transfer duit" atau "kirim duit".


Hal ini menunjukkan bagaimana warisan kolonial bisa berevolusi dan tetap relevan dalam konteks teknologi dan ekonomi modern.


Penulis : M. Rahmat

Editor : Fajar Ali

TAGS :

Tags: Asal-Usul Istilah Duit DUIT NASIONAL SEJARAH Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) VOC


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Herry FF Battileo, SH.,MH., "Pengakuan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat"
    Star News INDONESIA ,  Selasa  (14 Desember 2021).  KOTA KUPANG  - Pada dasarnya kesatuan masyarakat hukum adat terbentuk berdasarkan tiga p...
  • Indonesia Tawarkan Impor 2 Juta Ton Gandum untuk Deal Tarif dengan AS
    Indonesia Siap Beli Gandum AS Rp 8 Triliun, Indofood Ambil Peran di Diplomasi Ekonomi RI-AS. Foto : Litha Andayani/Maria Patricia Star News ...
  • Lebih dari 60 Pengusaha Rental Mobil di Kupang Resmi Bentuk ASPREM NTT
    Puluhan Pengusaha deklarasikan pembentukan ASPREM NTT, sebagai wadah bersama Pengusaha Rental Mobil, Sabtu (03/10/2026). Foto : Dok. Redaksi...
  • Pihak BRI Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Laporan Kasus Penipuan
    Kuasa Hukum Yessi Irmadani desak Polisi tetapkan Tersangka kasus penipuan . [Foto : Anhar Rosal/Regina Panjaitan/Ilustrasi Bank BRI] Star Ne...
  • Ryan Garcia Kembali Bangkit Dengan Kemenangan TKO Atas Oscar Duarte
    Duel Rian Garcia vs Oscar Duarte, Minggu, (03/12/2023). Star News INDONESIA ,  Minggu, (03 Desember 2023).  JAKARTA  - Meski jauh dari sempu...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler