Bupati Kupang Yosef Lede Dorong Hilirisasi, Minta Daerah Diberi Hak Olah Potensi Alam Sendiri
ⒽⓄⓂⒺ

Bupati Kupang Yosef Lede Dorong Hilirisasi, Minta Daerah Diberi Hak Olah Potensi Alam Sendiri

Jumat, Juli 03, 2026
Bupati Kupang, Yosef Lede,S.H., Perjuangkan Hilirisasi Komoditas Unggulan Daerah, Jumat (03/07). Foto : Agung Wiranata/Kartika Manalu


Star News INDONESIA, Jumat, (03 Juli 2026). LABUAN BAJO - Bupati Kupang, Yosef Lede, mendorong pemerintah pusat memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah untuk mengelola dan mengolah sendiri potensi sumber daya alam yang dimiliki. 


Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah daerah se-Nusa Tenggara Timur (NTT) di Labuan Bajo, Jumat (3/7).


Dalam forum yang dihadiri pimpinan dan anggota Banggar DPR RI tersebut, Yosef menegaskan bahwa Kabupaten Kupang memiliki berbagai komoditas unggulan, mulai dari jagung, ternak, pinang, garam hingga sektor pariwisata. Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung melalui kebijakan hilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


"Kabupaten Kupang memiliki potensi yang besar. Yang kami harapkan bukan hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga memperoleh kesempatan mengolahnya sendiri sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat di daerah," ujar Yosef.


Ia mengatakan, selama ini banyak komoditas daerah dipasarkan dalam bentuk bahan baku sehingga nilai ekonominya lebih banyak dinikmati di luar daerah. 


Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diubah melalui pembangunan industri pengolahan berbasis potensi lokal.


Menurut Yosef, kebijakan hilirisasi akan berdampak langsung terhadap peningkatan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi daerah, hingga peningkatan pendapatan masyarakat. Di sisi lain, daerah juga akan memiliki kemandirian fiskal yang lebih baik.


"Potensi kita tersedia, sumber daya manusianya juga ada. Yang dibutuhkan adalah dukungan kebijakan agar daerah dapat berkembang dan lebih mandiri," katanya.


Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Tim Banggar DPR RI, Wihadi Wijanto, bersama 18 anggota Banggar, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Awan Nurmawan Nuh, para kepala daerah se-NTT, serta perwakilan Bank Indonesia.


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, turut menyampaikan dukungannya terhadap upaya memperjuangkan kebijakan fiskal yang lebih berpihak kepada daerah kepulauan.


Melki mengajak seluruh pemerintah daerah di NTT untuk bersama-sama memperjuangkan kebijakan yang mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga potensi sumber daya yang dimiliki dapat dioptimalkan bagi kesejahteraan masyarakat.


Pertemuan Banggar DPR RI dengan pemerintah daerah se-NTT tersebut menjadi momentum bagi daerah untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan, termasuk penguatan hilirisasi komoditas unggulan sebagai salah satu strategi meningkatkan daya saing ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Nusa Tenggara Timur.


Penulis : Agung Wiranata

Editor : Kartika Manalu

𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler