Weaving Wonder Jalur Tenun NTT Hadir di Jakarta, Gubernur NTT Dukung Pelestarian Kain Tenun Nusantara
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • RELIGI
  • ZODIAK
  • MUSIK
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › BUDAYA › NASIONAL › REGIONAL › Tenun NTT

Weaving Wonder Jalur Tenun NTT Hadir di Jakarta, Gubernur NTT Dukung Pelestarian Kain Tenun Nusantara

Sabtu, Juni 20, 2026

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Yayasan Uma Nusantara Gelar Weaving Wonder Jalur Tenun NTT di Jakarta, Angkat Keindahan Tenun hingga Rumah Adat, Sabtu (20/06). Foto : Efraim Mita/Burhanudin Iskandar


Star News INDONESIA, Sabtu, (20 Juni 2026). JAKARTA - Yayasan Uma Nusantara menggelar rangkaian kegiatan kebudayaan bertajuk Weaving Wonder Jalur Tenun NTT di Jakarta pada 13–27 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sekaligus memperkuat upaya pelestarian kain tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada masyarakat luas, khususnya di ibu kota.


Acara tersebut menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran tenun tradisional, diskusi budaya, hingga ruang interaksi yang mempertemukan para pelaku budaya, pemerhati seni, dan masyarakat umum. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT yang ditandai dengan kehadiran Gubernur NTT sebagai representasi daerah dalam mempromosikan kekayaan budaya tenun daerah.


Salah satu agenda yang menjadi perhatian pengunjung adalah sesi diskusi bertajuk “Kisah Rumah Tradisional dan Lembar-Lembar Kain Adat”. Diskusi tersebut menghadirkan arsitek sekaligus Founder Yayasan Uma Nusantara, Yori Antar, serta inisiator Jalur Tenun Sumba dari Yayasan Uma Nusantara, Rizali Din Doeana.


Dalam pemaparannya, Yori Antar menjelaskan bahwa tenun tradisional NTT tidak hanya memiliki fungsi sebagai busana atau produk kerajinan, tetapi juga menyimpan nilai filosofis yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat dan arsitektur tradisional.


“Rumah tradisional adalah wadah kehidupan, sedangkan lembar-lembar kain adat adalah narasinya. Keduanya tidak bisa dipisahkan karena sama-sama lahir dari rahim budaya, ritual, dan spiritualitas masyarakat NTT,” ujar Yori.


Sementara itu, Rizali Din Doeana yang akrab disapa Ippit Doeana menyoroti pentingnya pengembangan program Jalur Tenun Sumba sebagai upaya menjaga keberlanjutan tradisi menenun. Menurutnya, setiap motif yang tertuang dalam kain tenun NTT mengandung cerita tentang sejarah, identitas sosial, serta hubungan masyarakat dengan alam dan lingkungan sekitarnya.


Ia menegaskan bahwa program Jalur Tenun yang dikembangkan Yayasan Uma Nusantara bertujuan memperkuat ekosistem para penenun lokal agar tetap produktif sekaligus memperoleh akses yang lebih luas ke pasar nasional maupun internasional.


Kehadiran Gubernur NTT dalam kegiatan tersebut juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas budaya dalam menjaga warisan leluhur. Dengan mengenakan kain khas Ende Lio, gubernur menunjukkan dukungan terhadap promosi dan pelestarian tenun daerah sebagai bagian dari identitas budaya NTT.


Tenun Ende Lio dikenal memiliki teknik ikat yang kompleks dengan ragam motif geometris dan simbol-simbol budaya yang sarat makna. Keberadaannya menjadi salah satu representasi kekayaan tenun NTT yang tersebar di berbagai kabupaten dengan karakteristik dan nilai filosofis yang berbeda-beda.


Melalui Weaving Wonder Jalur Tenun NTT, Yayasan Uma Nusantara berharap masyarakat dapat melihat tenun bukan sekadar produk fesyen, melainkan sebagai warisan budaya yang menyimpan sejarah, pengetahuan tradisional, dan identitas masyarakat yang perlu dijaga keberlanjutannya.


Rangkaian kegiatan ini masih berlangsung hingga 27 Juni 2026 dan terbuka bagi masyarakat umum, pecinta seni, kolektor kain, akademisi, arsitek, maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur melalui tenun tradisionalnya.


Penulis : Efraim Mita

Editor :  Burhanudin Iskandar

TAGS :

Tags: BUDAYA NASIONAL REGIONAL Tenun NTT


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Herry FF Battileo, SH.,MH., "Pengakuan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat"
    Star News INDONESIA ,  Selasa  (14 Desember 2021).  KOTA KUPANG  - Pada dasarnya kesatuan masyarakat hukum adat terbentuk berdasarkan tiga p...
  • Indonesia Tawarkan Impor 2 Juta Ton Gandum untuk Deal Tarif dengan AS
    Indonesia Siap Beli Gandum AS Rp 8 Triliun, Indofood Ambil Peran di Diplomasi Ekonomi RI-AS. Foto : Litha Andayani/Maria Patricia Star News ...
  • Pihak BRI Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Laporan Kasus Penipuan
    Kuasa Hukum Yessi Irmadani desak Polisi tetapkan Tersangka kasus penipuan . [Foto : Anhar Rosal/Regina Panjaitan/Ilustrasi Bank BRI] Star Ne...
  • Ryan Garcia Kembali Bangkit Dengan Kemenangan TKO Atas Oscar Duarte
    Duel Rian Garcia vs Oscar Duarte, Minggu, (03/12/2023). Star News INDONESIA ,  Minggu, (03 Desember 2023).  JAKARTA  - Meski jauh dari sempu...
  • Asal Usul Istilah "Duit": Warisan VOC yang Masih Hidup di Indonesia dan Malaysia
    Mata Uang  Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Foto : Arsip Sejarah Nasional Star News INDONESIA ,  Rabu, (17  September 2025).   JAKAR...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler