![]() |
| SMKN 2 Takari dorong kemandirian lulusan, 25 Siswa jalani PKL selama lima bulan. Foto : Ferdi Tanesib/Meli Purba |
Star News INDONESIA, Rabu, (03 Juni 2026). KUPANG - Kepala SMKN 2 Takari, Hedip Supriyanto, S.Pd., secara simbolis memimpin pelepasan 25 siswa yang akan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), Rabu (3/6/2026).
Para siswa yang diberangkatkan berasal dari tiga program keahlian, yakni Audio Video, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, dan Otomotif. Mereka akan menjalani PKL di sejumlah lokasi yang tersebar di Kota Soe, Oesao, dan Kota Kupang.
Hedip Supriyanto menjelaskan, sebanyak 25 siswa tersebut ditempatkan sesuai kompetensi keahlian masing-masing di berbagai instansi dan perusahaan mitra sekolah.
“Jumlah siswa yang kami kirim sebanyak 25 orang yang terdiri dari tiga jurusan, yaitu Audio Video, Listrik, dan Otomotif. Mereka akan melaksanakan PKL di Kota Soe, Oesao, dan Kota Kupang,” ujarnya.
Untuk jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik, siswa ditempatkan di beberapa mitra industri seperti PLN Soe, PLN Oesao, dan Telkom. Sementara itu, siswa jurusan Otomotif akan menjalani PKL di berbagai bengkel kendaraan bermotor dan sejumlah dunia usaha lainnya di Kota Kupang.
Sedangkan siswa dari jurusan Audio Video akan ditempatkan di beberapa lembaga dan perusahaan, antara lain TVRI, RRI, Telkom, serta sejumlah usaha permesinan dan studio foto di Kota Kupang. Penempatan peserta PKL dilakukan secara proporsional dengan jumlah satu hingga empat siswa pada setiap DUDI.
Menurut Hedip, berdasarkan petunjuk teknis yang berlaku, pelaksanaan PKL idealnya berlangsung selama enam bulan. Namun, karena adanya pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), masa PKL tahun ini disesuaikan menjadi lima bulan.
“Dalam juknis sebenarnya enam bulan, tetapi karena adanya TKA, siswa melaksanakan PKL selama lima bulan. Setelah itu mereka akan menyusun laporan yang kemudian diuji selama satu bulan,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Hedip juga berpesan kepada seluruh peserta PKL agar menjaga nama baik sekolah, menaati aturan yang berlaku di tempat kerja, serta menunjukkan sikap dan kepribadian yang baik selama berada di lingkungan industri.
Menurutnya, aspek kedisiplinan, etika kerja, dan tanggung jawab menjadi bagian penting dalam penilaian siswa selama menjalani PKL.
Selain itu, ia berharap keberadaan SMKN 2 Takari semakin dikenal masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang mampu memberikan keterampilan kerja bagi generasi muda. Dengan bekal kompetensi kejuruan dan pengalaman kerja yang diperoleh selama PKL, para lulusan diharapkan mampu hidup mandiri dan siap memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Yang paling penting adalah keterampilan kejuruan yang dimiliki siswa. Setelah lulus, mereka diharapkan dapat mandiri dan memanfaatkan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti PKL,” pungkasnya.
Penulis : Ferdi Tanesib
Editor : Meli Purba

