Christian Bengngu : "Bahaya Ekspor Data Genomik, Indonesia Bisa Kehilangan Kedaulatan Genetik!"
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • SELEBRITI
  • ZODIAK
  • FILM
  • MUSIK
  • RELIGI
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Christian Bengngu › Data Genomik › Kedaulatan Genetik RI › KESEHATAN › NASIONAL › Pemred Star News Indonesia › UU No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Christian Bengngu : "Bahaya Ekspor Data Genomik, Indonesia Bisa Kehilangan Kedaulatan Genetik!"

Kamis, Juli 10, 2025

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Pemred Star News Indonesia, Drs. T Christian L Bengngu, STh., menilai ekspor Data Genomik Indonesia sangat berbahaya, itu ancaman bagi Kedaulatan dan Keamanan Bangsa, Kamis (10/07/2025). Foto : Cheryil Apriani/Maria Patricia


Star News INDONESIA, Kamis, (10 Juli 2025). JAKARTA - Pemerintah Indonesia resmi membuka peluang ekspor data genomik ke luar negeri melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. 


Dalam Pasal 340 ayat 1, disebutkan bahwa ekspor data genomik diperbolehkan untuk tujuan riset, pengembangan, atau peningkatan kapasitas teknologi medis. 


Namun, kebijakan ini menuai kekhawatiran dari sejumlah kalangan karena dinilai membuka celah bagi pihak asing mengakses aset genetik bangsa.


Data genomik merupakan informasi biologis sangat sensitif yang tidak hanya terkait dengan individu, tetapi juga mencerminkan keragaman genetik seluruh populasi Indonesia. 


Ketika data ini dikirim ke luar negeri, maka Indonesia berisiko kehilangan kendali atas aset genetik strategis yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk farmasi atau bioteknologi oleh perusahaan asing.


“Ini bukan hanya soal teknologi. Ini soal kedaulatan nasional,” ungkap Drs. T Christian L Bengngu, STh., Pemimpin Redaksi Star News Indonesia, Pada Kamis, (10/07/2025), di Jakarta.


Ia menyebutkan bahwa keterbukaan dalam ekspor data genomik dapat dimanfaatkan oleh perusahaan multinasional untuk keuntungan mereka sendiri tanpa ada jaminan bahwa masyarakat Indonesia akan memperoleh manfaat yang setara.


Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa data genomik kini telah menjadi komoditas emas dalam dunia riset dan industri kesehatan global. 


Dalam skema imperialisme modern, penguasaan atas data kesehatan suatu negara menjadi strategi baru pengaruh geopolitik. Indonesia, dengan kekayaan genetiknya yang unik, bisa menjadi sasaran empuk.


“Kalau tidak diawasi ketat, ini bisa menjadi bentuk penjajahan baru—bukan dengan senjata, tapi dengan data,” ujar Christian.


Ancaman privasi juga menjadi sorotan. Ketika data genomik dikelola oleh entitas luar negeri, tidak ada jaminan mutlak bahwa data tersebut tidak akan bocor, disalahgunakan, atau diperdagangkan. 


Risiko terhadap keamanan data pribadi warga negara meningkat tajam, apalagi jika tidak diiringi regulasi dan pengawasan yang ketat dari pemerintah.


Selain itu, produk-produk farmasi yang dikembangkan dari data genetik rakyat Indonesia berpotensi dijual kembali ke dalam negeri dengan harga mahal. 


Tanpa pengelolaan strategis, Indonesia bisa hanya menjadi pemasok data mentah, sementara nilai tambah dinikmati oleh negara lain.


“Ini bukan sekadar isu teknis. Ini soal masa depan generasi kita,” pungkas Christian. Ia menyerukan agar seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah dan masyarakat, menyadari pentingnya kedaulatan data sebagai bagian dari kedaulatan nasional.


Demikian pernyataan resminya tersebut agar menjadi pertimbangan Menteri Kesehatan RI dan seluruh rakyat Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kebangsaan di era digital dan bioteknologi global.


Penulis : Cheryil Apriani

Editor : Maria Patricia

TAGS :

Tags: Christian Bengngu Data Genomik Kedaulatan Genetik RI KESEHATAN NASIONAL Pemred Star News Indonesia UU No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Ayah di Kupang Laporkan Dugaan Persetubuhan Anak, Terlapor Disebut Tetangga Korban
    Advokat Rusydi Saleh Maga, S.H., (kiri) dan Alexander Peter E. Mahing, S.H., selaku kuasa hukum korban. Foto : Frans Ora/Bayu Indrawan  Star...
  • Skandal Perselingkuhan Kepala Sekolah SMK Mekarmukti Garut, Istri Bongkar Hubungan Terlarang dengan Staf Tata Usaha
    Kepala Sekolah SMK Mekarmurti Garut dan Selingkuhannya. Foto :  Cheryil Apriani/Maria Patricia (Selasa, 11/02/2025). Star News INDONESIA ,  ...
  • Inilah Kisah Perjalanan Karir Axl Rose Hingga Pernikahan dengan Sosok Istrinya
    Axl Rose dan Mantan Istrinya Erin Everly   (1990 – 1991) Star News INDONESIA,  Kamis, (18 Juli 2024).  JAKARTA  - Bintang di balik band rock...
  • Berapa Kasta dalam Sepakbola Inggris? Ini Penjelasan Lengkapnya!
    Berapa Kasta dalam Sepak Bola Inggris? Ini Penjelasan Struktur Kompetisinya dari Atas hingga Bawah. Foto : SPOTRS Star News INDONESIA ,  Rab...
  • Hari Anak Nasional 2026: Eben Domaking Ajak Semua Pihak Wujudkan Anak Hebat, Indonesia Kuat
    Oleh: Eben Domaking, Ketua PWMOI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Star News INDONESIA , Kamis, (23 Juli 2026). KOTA KUPANG - Hari Anak Na...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler