Syaiful Syafri ; Ragu Kemiskinan Ekstrim menjadi 0 % di Sumut Tahun 2026 Sesuai Target Presiden Prabowo
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • SELEBRITI
  • ZODIAK
  • FILM
  • MUSIK
  • RELIGI
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Presiden Prabowo Subianto › REGIONAL › Syaiful Syafri

Syaiful Syafri ; Ragu Kemiskinan Ekstrim menjadi 0 % di Sumut Tahun 2026 Sesuai Target Presiden Prabowo

Senin, Mei 12, 2025

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :


Star News INDONESIA, Senin, (12 Mei 2025). MEDAN - Kepemimpinan Presiden RI dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka priode 2023 sd 2028 salah satu programnya adalah pemberantasan  kemiskinan sebagai Asta Cita ke 6, dengan target penurunan kemiskinan ekstrem 0 % pada tahun 2026 dan kemiskinan 5 % pada tahun 2029.


Menyikapi Komitmen Presiden RI dan Wapres RI ini sejumlah Awak Media bertanya kepada Syaiful Syafri, Salah seorang Pekerja Sosial  (Peksos) di Sumut, akankan Provinsi Sumut dapat menangani kemiskinan ekstrim hingga turun 0 % Tahun 2026 dan 5 % angka kemiskinan Tahun 2029.


Atas pertanyaan awak media Syaiful Syafri menjawab ragu capaian kemiskinan ekstrim 0 % di Sumut Tahun 2026, melihat jumlah kemiskinan dan kemiskinan ekstrim dikaitkan jumlah pengangguran dan jumlah daerah Lokasi Komunitas Daerah Terpencil (KAT) di Sumut, sementara tenaga Peksos di Institusi Pemerintah Daerah baik Propinsi dan Kabupaten, Kota terbatas.

 

Dijelaskan bahwa berdasarkan data yang ada sampai akhir 2024 tingkat kemiskinan di sumut masih 7, 03 % dan kemiskinan ekstrim ada 0, 54 %, sementara angka pengangguran terbuka 5,60 %, disamping masih ada masyarakat KAT di 12  Kabupaten dari 69 lokasi atau 2.984 KK tahun 2024.


Syaiful Syafri menjelaskan menangani kemiskinan dan kemiskinan ekstrim sesuai Pepres 186 tahun 2014 dan UU Nomor 13 tahun 2011, Pemerintah Daerah tidak cukup sebatas menyediakan anggaran, melainkan membutuhkan aparat pemerintah yang berlatar belakang Peksos yang mampu merencanakan program dan menangani secara profesional.


Para Peksos ini memiliki kompetensi yang  memahami budaya, perilaku, latar belakang SDM, serta SDA dimana penyandang kemiskinan itu bertempat tinggal atau istilah sekarang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) berada, dan sebagai seorang Peksos siap  menjadi pendamping selama dilakukan pemberdayaan Sosial hingga masyarakat mandiri.


Apalagi untuk lokasi KAT seorang Peksos selalu siap untuk masuk ke lokasi KAT dengan berjalan kaki, nyebrangi sungai, naik dan turun gunung, melewati hutan yang ditempuh 6 jam, karena lokasi KAT bersifat tertutup, akses jalan sulit, jauh dari komunikasi dan informasi, yang umumnya berada di perbatasan dan pedalaman.


Tidak usah jauh ke lokasi KAT yang di depan mata saja pemerintah daerah belum bisa menangani kemiskinan, lihat di persimpangan2 jalan Kota Medan, seorang Ibu atau anak membawa balita mengemis di jalan, di kedai2 kopi secara bergantian 2 sd 3 anak diusia sekolah mengemis, belum lagi kaum ibu atau Bapak yang terdapat di emperan jalan.


Adanya sumber dana APBN bansos berupa uang atau beras kemasyarakat miskin, tidak banyak pengaruh untuk menangani kemiskinan, dan cendrung menjadi budaya penantian di masyarakat, dan bansos sangat diperlukan jika terjadi bencana alam atau bencana Sosial untuk mengatasi tanggap darurat.


Namun diyakini penurunan kemiskinan ektrim 0 % tahun 2026 di Sumut bisa dicapai dan kemiskinan turun 5 % tahun 2029, dapat ditangani jika kerjasama Pemprop Sumut dgn Kabupaten dan Kota berjalan dengan melibatkan para Peksos atau pilar partisipasi sosial yang ada atau kerjasama dengan dua Universitas di Medan yang memiliki Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, tuturnya.


Penulis : Rahmat Hidayat

Editor : Septian Maulana Fikri

TAGS :

Tags: Presiden Prabowo Subianto REGIONAL Syaiful Syafri


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Skandal Perselingkuhan Kepala Sekolah SMK Mekarmukti Garut, Istri Bongkar Hubungan Terlarang dengan Staf Tata Usaha
    Kepala Sekolah SMK Mekarmurti Garut dan Selingkuhannya. Foto :  Cheryil Apriani/Maria Patricia (Selasa, 11/02/2025). Star News INDONESIA ,  ...
  • Hari Anak Nasional 2026: Eben Domaking Ajak Semua Pihak Wujudkan Anak Hebat, Indonesia Kuat
    Oleh: Eben Domaking, Ketua PWMOI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Star News INDONESIA , Kamis, (23 Juli 2026). KOTA KUPANG - Hari Anak Na...
  • 19 Ayat Alkitab Penghiburan Yang Menguatkan Hati Dalam Dukacita Kristen
    Star News INDONESIA,  Kamis, (28 Desember 2023).  JAKARTA  - Kehilangan orang yang kita cintai tentu menjadi saat paling menyakitkan dalam k...
  • Eks Dirut Bank NTT Laporkan Advokat Bildad Thonak ke Polda NTT atas Dugaan Penipuan, Ini Alasannya!
    Surat bukti tanda terima laporan polisi (kiri) dan Eks Dirut Bank NTT, Izhak Eduard Rihi. Foto : Ist Star News INDONESIA , Senin, (03 Agustu...
  • Ayah di Kupang Laporkan Dugaan Persetubuhan Anak, Terlapor Disebut Tetangga Korban
    Advokat Rusydi Saleh Maga, S.H., (kiri) dan Alexander Peter E. Mahing, S.H., selaku kuasa hukum korban. Foto : Frans Ora/Bayu Indrawan  Star...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler