Menghadapi Puncak Kemarau Menjadi Tantangan Pertanian di Provinsi NTT
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • MUSIK
  • RELIGI
  • ZODIAK
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Krisis Air Bersih › PERTANIAN › Puncak Kemarau › REGIONAL

Menghadapi Puncak Kemarau Menjadi Tantangan Pertanian di Provinsi NTT

Kamis, Oktober 31, 2024

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Star News INDONESIA, Kamis, (31 Oktober 2024). KOTA KUPANG - Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memasuki puncak musim kemarau pada Oktober hingga November 2024. 


Dengan curah hujan yang sangat minim, para petani di wilayah ini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan produksi pangan mereka. 


Tanah yang kering dan kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, khususnya padi, jagung, dan sayuran yang menjadi sumber utama mata pencaharian.


Banyak daerah di NTT, seperti Sikka, Ende, dan Kupang, telah mengalami penurunan hasil panen yang signifikan. 


Para petani terpaksa menggunakan teknik irigasi darurat dan mengandalkan sumber air yang terbatas. 


Dampak puncak kemarau ini tidak hanya dirasakan di sektor pertanian, tetapi juga berpengaruh pada ketersediaan air bersih untuk konsumsi masyarakat. 


Krisis air bersih ini memicu kebutuhan akan upaya mitigasi, seperti pengembangan sumur bor dan penyediaan tangki air.


Melihat situasi ini, kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal sangat diperlukan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. 


Edukasi tentang teknik pertanian yang efisien dan pengelolaan sumber daya air yang baik menjadi langkah penting untuk menghadapi kondisi ekstrem ini.


Puncak kemarau di NTT memang membawa banyak tantangan, namun dengan kerjasama dan inovasi, masyarakat bisa beradaptasi dan bertahan.


Penulis : Berto Da Costa

Editor : Septian Maulana

TAGS :

Tags: Krisis Air Bersih PERTANIAN Puncak Kemarau REGIONAL


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Lebih dari 60 Pengusaha Rental Mobil di Kupang Resmi Bentuk ASPREM NTT
    Puluhan Pengusaha deklarasikan pembentukan ASPREM NTT, sebagai wadah bersama Pengusaha Rental Mobil, Sabtu (03/10/2026). Foto : Dok. Redaksi...
  • Herry FF Battileo, SH.,MH., "Pengakuan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat"
    Star News INDONESIA ,  Selasa  (14 Desember 2021).  KOTA KUPANG  - Pada dasarnya kesatuan masyarakat hukum adat terbentuk berdasarkan tiga p...
  • Indonesia Tawarkan Impor 2 Juta Ton Gandum untuk Deal Tarif dengan AS
    Indonesia Siap Beli Gandum AS Rp 8 Triliun, Indofood Ambil Peran di Diplomasi Ekonomi RI-AS. Foto : Litha Andayani/Maria Patricia Star News ...
  • Pihak BRI Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Laporan Kasus Penipuan
    Kuasa Hukum Yessi Irmadani desak Polisi tetapkan Tersangka kasus penipuan . [Foto : Anhar Rosal/Regina Panjaitan/Ilustrasi Bank BRI] Star Ne...
  • Ryan Garcia Kembali Bangkit Dengan Kemenangan TKO Atas Oscar Duarte
    Duel Rian Garcia vs Oscar Duarte, Minggu, (03/12/2023). Star News INDONESIA ,  Minggu, (03 Desember 2023).  JAKARTA  - Meski jauh dari sempu...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler