![]() |
| Ketua Umum Partai Parsindo, KRH HM Jusuf Rizal, Rabu (16/9). Foto : Cheryil Apriani/Maria Patricia |
Star News INDONESIA, Rabu, (16 September 2026). JAKARTA - Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) mulai melakukan konsolidasi organisasi, program, dan jaringan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Umum Partai Parsindo, KRH HM Jusuf Rizal, mengatakan konsolidasi dilakukan sejak dini untuk menata kembali struktur organisasi sekaligus mempersiapkan data kepartaian yang diperlukan dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU.
"Partai Parsindo terus bergerak melakukan konsolidasi senyap. Sebab para loyalis Bapak HM Soeharto masih banyak," kata Jusuf Rizal di Jakarta.
Menurut dia, konsolidasi tersebut diperlukan karena setelah Parsindo tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2024, sejumlah pengurus partai berpindah ke partai politik lain dan sebagian telah menduduki jabatan publik.
Jusuf mencontohkan Ketua DPW Parsindo DKI Jakarta, H Azran, yang kini menjadi anggota DPD RI dari DKI Jakarta.
Karena itu, Parsindo melakukan penataan ulang struktur kepengurusan mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Pengurus yang dinilai sudah tidak aktif akan diganti atau direvitalisasi. Penataan tersebut juga dipersiapkan menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) III Partai Parsindo.
"Jadi kami membuka jaringan baru yang memungkinkan partai politik lain merger untuk sama-sama membesarkan partai. Sudah ada beberapa partai yang tertarik untuk bersinergi dengan Partai Parsindo. Untuk itu bagi pengurus yang tidak aktif kami revitalisasi," ujar Jusuf.
Target Lolos Pemilu 2029
Jusuf mengatakan Parsindo menargetkan dapat memenuhi persyaratan sebagai peserta Pemilu 2029. Ia menyebut partainya membawa tagline sebagai partai kerakyatan, nasionalis, dan religius.
Selain konsolidasi organisasi, Parsindo juga menyiapkan sejumlah agenda politik dan program yang akan dibawa partai.
Salah satu agenda yang disebut Jusuf adalah mengawal semangat Reformasi 1998, termasuk pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
"Kami optimistis Partai Parsindo akan besar dan lolos menjadi peserta Pemilu 2029," kata dia.
Meski demikian, target tersebut masih membutuhkan proses pemenuhan persyaratan sebagai peserta pemilu serta proses verifikasi oleh penyelenggara pemilu sesuai ketentuan yang berlaku.
Persiapan Munas III
Munas III akan menjadi salah satu momentum bagi Parsindo untuk melakukan penataan organisasi. Pergantian pengurus di sejumlah tingkatan disebut sebagai bagian dari upaya membangun kembali jaringan partai.
Jusuf berharap struktur baru tersebut dapat memberikan energi baru bagi partai dalam menghadapi tahapan Pemilu 2029.
Dalam perkembangannya, Parsindo juga disebut membuka peluang kerja sama dengan kelompok maupun partai politik lain. Menurut Jusuf, terdapat sejumlah partai yang telah menunjukkan ketertarikan untuk bersinergi dengan Parsindo.
Parsindo dikenal sebagai partai yang mengidentifikasikan diri dengan kelompok loyalis Presiden ke-2 RI Soeharto.
Dalam catatan yang disampaikan redaksi, partai tersebut juga disebut mendapat dukungan dari Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Tommy sebelumnya diberitakan memiliki keterkaitan dengan Partai Berkarya sebelum kemudian bergabung dengan gerbong politik Parsindo.
Jusuf Rizal sendiri merupakan pendiri Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dan dikenal sebagai aktivis yang bergerak dalam isu antikorupsi.
Dengan konsolidasi organisasi, program, dan jaringan tersebut, Parsindo kini mulai menyiapkan kembali struktur partainya untuk menghadapi rangkaian tahapan menuju Pemilu 2029.
Penulis : Cheryil Apriani
Editor : Maria Patricia

