DALAM ERA DIGITAL, PERAN MEDIA ONLINE SANGAT PENTING DALAM SOSIALISASI PROGRAM PEMERINTAH
ⒽⓄⓂⒺ

DALAM ERA DIGITAL, PERAN MEDIA ONLINE SANGAT PENTING DALAM SOSIALISASI PROGRAM PEMERINTAH

Jumat, Juni 19, 2026
Drs. T. Christian Lescrow, B.STh., M.M. (Pemimpin Redaksi Star News Indonesia)


Star News INDONESIA, Jumat, (19 Juni 2026). JAKARTA - Di tengah dinamika kehidupan demokrasi, setiap kebijakan pemerintah tentu akan mendapat dukungan maupun kritik dari berbagai kalangan masyarakat. Hal yang sama juga terjadi terhadap Program Badan Gizi Nasional (BGN) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional.


Berbagai pandangan yang muncul, baik dari mahasiswa, organisasi masyarakat, maupun kelompok lainnya, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati. Namun demikian, perbedaan pandangan tersebut juga menunjukkan bahwa sosialisasi program pemerintah masih perlu diperkuat agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai tujuan, manfaat, dan dampak jangka panjang dari program tersebut.


Dalam konteks ini, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Peran media massa, baik media mainstream maupun media online, menjadi sangat penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Di era digital saat ini, media online memiliki jangkauan yang luas, cepat, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat hingga ke daerah-daerah terpencil.


Karena itu, pemerintah seharusnya tidak hanya melibatkan media-media besar dalam proses sosialisasi kebijakan publik. Ribuan media online dan jurnalis yang tersebar di seluruh Indonesia juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi secara objektif, berimbang, dan mudah dipahami oleh masyarakat.


Media bukan sekadar penyampai berita, melainkan mitra strategis pembangunan bangsa. Melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif, masyarakat dapat memahami substansi sebuah program, bukan hanya menilai dari potongan informasi yang beredar di media sosial.


Salah satu aspek yang menurut saya belum banyak disosialisasikan secara komprehensif adalah potensi pemanfaatan infrastruktur dapur MBG dalam mendukung penanggulangan bencana. Padahal Indonesia merupakan negara yang rawan bencana alam, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, erupsi gunung api, hingga bencana sosial.


Publik selama ini lebih banyak mengenal MBG sebagai program pemenuhan gizi bagi peserta didik, balita, dan ibu hamil. Padahal, jika dikelola secara optimal, jaringan dapur MBG yang tersebar di berbagai daerah juga dapat menjadi bagian penting dari sistem kesiapsiagaan nasional saat terjadi bencana.


Setidaknya terdapat lima fungsi strategis dapur MBG dalam mendukung penanggulangan bencana:


1. Memenuhi Kebutuhan Dasar Korban Bencana


Dapur MBG dapat menyediakan makanan siap saji bagi korban bencana, pengungsi, relawan, serta petugas lapangan secara cepat dan berkelanjutan selama masa tanggap darurat.


2. Menjamin Asupan Gizi yang Layak


Dalam situasi darurat, kualitas makanan sering kali menjadi persoalan. Dapur MBG dapat memastikan makanan yang didistribusikan memenuhi standar kebersihan dan gizi sehingga membantu mencegah munculnya penyakit pascabencana.


3. Meningkatkan Efisiensi Logistik


Keberadaan dapur yang telah memiliki sistem operasional memungkinkan proses penyimpanan, pengolahan, dan distribusi bahan makanan dilakukan secara lebih terkoordinasi dan efisien.


4. Menjamin Pemerataan Bantuan


Jaringan dapur MBG dapat mendukung distribusi makanan hingga ke lokasi pengungsian maupun wilayah yang sulit dijangkau, sehingga bantuan pangan tidak menumpuk hanya di titik-titik tertentu.


5. Memberikan Dukungan Psikososial


Ketersediaan makanan yang terjamin bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memberikan rasa aman, harapan, dan ketenangan bagi korban yang sedang menghadapi situasi sulit.


Selain melayani masyarakat terdampak bencana, dapur MBG juga dapat mendukung kebutuhan logistik bagi petugas penanggulangan bencana, termasuk personel BNPB, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan. Dengan asupan makanan yang memadai, efektivitas operasi kemanusiaan dapat berjalan lebih baik.


Oleh sebab itu, pembangunan dapur MBG di berbagai daerah tidak semata-mata dipandang sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia. Lebih dari itu, keberadaan dapur-dapur tersebut dapat menjadi bagian dari infrastruktur ketahanan nasional yang siap dimanfaatkan ketika negara menghadapi situasi darurat.


Di sinilah pentingnya sosialisasi yang lebih komprehensif. Pemerintah perlu menjelaskan kepada masyarakat bahwa manfaat MBG tidak hanya terbatas pada penyediaan makanan bergizi bagi pelajar, balita, dan ibu hamil, tetapi juga memiliki potensi strategis dalam mendukung penanggulangan bencana dan menjaga ketahanan sosial masyarakat.


Agar tujuan besar program ini dapat dipahami secara utuh, pemerintah perlu membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan seluruh insan pers, baik media nasional maupun media online daerah. Semakin luas keterlibatan media dalam proses sosialisasi, semakin besar pula peluang masyarakat memahami manfaat program secara objektif dan menyeluruh.


Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program nasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan, tetapi juga oleh kualitas komunikasi kepada publik. Dan dalam era digital saat ini, media online merupakan salah satu pilar utama yang tidak boleh diabaikan dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap setiap program strategis pemerintah. 


Editor : Jibrael Otniel Parlindungan B. S Ak.

𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler