Solor Watan Lema Sepakat Gelar Musyawarah Lamaholot Kupang 24 Januari 2026
ⒽⓄⓂⒺ

Solor Watan Lema Sepakat Gelar Musyawarah Lamaholot Kupang 24 Januari 2026

Senin, Januari 12, 2026
Perkuat Persatuan, Lamaholot Watan Lema Gelar Musyawarah Besar di Kupang, Sabtu (10/01). Foto : Berto Da Costa/Maria Patricia


Star News INDONESIASenin, (12 Januari 2026). KOTA KUPANG - Masyarakat Lamaholot yang tergabung dalam Solor Watan Lema sepakat menggelar Musyawarah Lamaholot Kupang pada Sabtu, 24 Januari 2026. 


Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kembali ikatan emosional, kekerabatan, serta menata ulang organisasi Lamaholot di Kota Kupang dan sekitarnya.


Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat persiapan yang berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Kantor Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT. 


Rapat yang berlangsung secara terbuka dan informil itu membahas arah masa depan Lamaholot serta urgensi pelaksanaan musyawarah sebagai forum tertinggi organisasi.


Musyawarah Lamaholot direncanakan menjadi wadah pemilihan Ketua dan Pengurus Lamaholot yang baru. 


Pengurus terpilih nantinya akan diberi mandat untuk melengkapi Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), membentuk Dewan Penasihat, mengurus legalitas badan hukum, serta menyempurnakan administrasi organisasi.


Dalam rapat tersebut juga disepakati penyederhanaan nama Panitia MUBES Lamaholot yang sebelumnya dipimpin Ama Robert Rayawulan menjadi Tim Musyawarah Lamaholot, guna meningkatkan efektivitas kerja dan koordinasi.


Musyawarah Lamaholot Kupang akan diikuti oleh 100 peserta yang merupakan perwakilan dari lima Watan, yakni Watan Solor, Watan Adonara, Watan Flotim Daratan, Watan Lembata, dan Watan Alor. 


Masing-masing Watan mengutus 20 orang yang terdiri dari unsur tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda, dengan memperhatikan keterwakilan laki-laki dan perempuan.


Hasil rapat persiapan tersebut kemudian disampaikan kepada Ketua Lamaholot Kupang, Dr. Jhon Kotan, dalam pertemuan pada Minggu, 11 Januari 2026. 


Dalam pertemuan itu ditetapkan sejumlah keputusan penting, antara lain waktu pelaksanaan musyawarah pada 24 Januari 2026, jumlah peserta sebanyak 100 orang, serta pembentukan Tim Formatur yang terdiri dari perwakilan masing-masing Watan bersama Ketua Lamaholot demisioner.


Tim Formatur bertugas menggodok calon Ketua, unsur pimpinan, serta menyusun komposisi Pengurus Lamaholot yang baru. 


Peserta musyawarah sendiri merupakan para formatur yang menjadi delegasi resmi dari masing-masing Watan.


Untuk lokasi pelaksanaan, musyawarah direncanakan berlangsung di Rumah Makan Celebes, dengan alternatif Aula Kwarda Pramuka NTT. 


Koordinasi tempat dipercayakan kepada Ama Lukman Hakim. Selain itu, setiap Watan disepakati memberikan kontribusi sebesar Rp2 juta guna mendukung kebutuhan konsumsi dan pembiayaan kegiatan.


Dalam rapat lanjutan tersebut juga ditetapkan susunan awal kepanitiaan, dengan Sinun Petrus Manuk sebagai Ketua Panitia, Rudi Tokan sebagai Sekretaris, serta sejumlah seksi pendukung sesuai kebutuhan teknis.


Musyawarah Lamaholot Kupang diharapkan menjadi momentum penting untuk menata organisasi Lamaholot secara lebih tertib, legal, dan representatif, sekaligus memperkuat persatuan dan semangat kebersamaan masyarakat Watan Lema di perantauan.


Rapat persiapan pada 10 Januari 2026 dihadiri oleh sejumlah tokoh dari berbagai Watan, di antaranya Ama Lukas Pusi Kein dan Ama Lukman Hakim dari Solor, Ama Jhon Sason Helan, Ama Baharudin Hamzah, Ama Lamber Ara Tukan, dan Ama Martin dari Adonara, Ama Robert Rayawulan dan Ama Frans Kelen dari Flotim Daratan, Ama Daniel Hurek dan Ama Pieter Manuk dari Lembata, serta Ama Rusydi Saleh Maga dari Alor.



Penulis : Berto Da Costa

Editor : Maria Patricia

𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler