Ketua PWMOI Jabar Soroti Video Karaoke ASN Disdik Garut Saat Agenda Pembinaan Disiplin
ⒽⓄⓂⒺ

Ketua PWMOI Jabar Soroti Video Karaoke ASN Disdik Garut Saat Agenda Pembinaan Disiplin

Minggu, Januari 18, 2026
Viral Video Karaoke ASN Disdik Garut, PWMOI Jabar Nilai Cerminan Lemahnya Disiplin Birokrasi. Foto : Dok Redaksi


Star News INDONESIAMinggu, (18 Januari 2026). GARUT - Video yang menampilkan sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tengah bernyanyi karaoke di dalam bus menuai polemik di tengah masyarakat. Rekaman tersebut diketahui diambil saat rombongan ASN mengikuti kegiatan Pembinaan Disiplin Kerja menuju Yogyakarta.


Sorotan tajam datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Wartawan Media Online Indonesia (DPW PWMOI) Jawa Barat, R. Satria Santika. Ia menilai peristiwa tersebut mencerminkan lemahnya sensitivitas birokrasi pendidikan terhadap realitas yang dihadapi dunia pendidikan di Garut.


Pria yang akrab disapa Bro Tommy itu menegaskan bahwa persoalan utama bukan semata aktivitas karaoke, melainkan pesan yang ditangkap publik dari perilaku para aparatur tersebut. Menurutnya, kondisi pendidikan di Garut masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari infrastruktur sekolah yang belum memadai, keterbatasan sarana pembelajaran, hingga kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.


“Yang kita pertanyakan bukan sekadar soal karaoke-nya, tapi soal pesan yang ditangkap publik. Di saat guru dan siswa di pelosok masih berjibaku dengan keterbatasan, aparatur justru mempertontonkan suasana santai dalam agenda yang seharusnya membangun integritas dan disiplin kerja,” ujar Bro Tommy, Sabtu (17/1/26).


Ia menekankan bahwa pembinaan disiplin ASN seharusnya menjadi ruang refleksi serius bagi aparatur negara untuk memperkuat kesadaran moral dan etika sebagai pelayan publik, bukan sekadar kegiatan formalitas.


“Disiplin itu bukan hanya soal absensi atau seragam rapi. Disiplin adalah kesadaran moral, bagaimana aparatur menempatkan diri sebagai pelayan publik yang peka terhadap penderitaan masyarakat. Jika agenda resmi saja diisi dengan aktivitas yang tidak relevan, wajar bila publik mempertanyakan kualitas pembinaannya,” tegasnya.


Bro Tommy juga meminta agar peristiwa tersebut tidak disikapi secara normatif semata. Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pembinaan ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.


“Ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan klarifikasi administratif. Harus ada evaluasi serius, siapa yang bertanggung jawab, bagaimana pola pembinaan selama ini, dan apakah program tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan kinerja ASN,” katanya.


Sorotan turut diarahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang baru, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si., beserta jajaran struktural di bawahnya. Menurut Bro Tommy, momentum pergantian pimpinan harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan secara sistemik.


“Pak Kadis yang baru punya momentum emas untuk melakukan pembenahan. Namun pembenahan itu harus menyeluruh dan melibatkan semua unsur, mulai dari sekretaris dinas, kepala bidang, pengawas, kepala sekolah, hingga korwil pendidikan. Jika tidak, budaya kerja lama akan terus berulang,” ujarnya.


Ia juga mendesak instansi pengawas seperti Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) agar turun tangan dan memastikan pembinaan ASN berjalan sesuai aturan serta etika birokrasi.


“Jangan dianggap hal biasa. Inspektorat dan BKPSDM harus memastikan proses pembinaan ASN berjalan benar. Jika perlu, hasil evaluasi disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk transparansi,” ucapnya.


Di akhir pernyataannya, Bro Tommy menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bertujuan menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten Garut.


“Kritik ini lahir dari kepedulian. Pendidikan adalah fondasi masa depan daerah. Jika birokrasi pendidikannya tidak dibenahi secara serius, maka generasi mendatang yang akan dirugikan,” pungkasnya.


Penulis : Ilham Hamid

Editor : Septian Maulana

𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler