Kemenko Polkam Dorong Pemerataan Akses Internet di NTB, Fokus pada Zona Blank Spot
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • RELIGI
  • ZODIAK
  • MUSIK
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Akses Internet › Digitalisasi NTB › Ekosistem Digital › Kemenko Polkam › PEMERINTAH › REGIONAL

Kemenko Polkam Dorong Pemerataan Akses Internet di NTB, Fokus pada Zona Blank Spot

Kamis, September 11, 2025

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

NTB Jadi Prioritas Pembangunan Ekosistem Digital Nasional. Foto : M. Rahmat/Yuda Mahardika


Star News INDONESIA, Kamis, (11 September 2025). MATARAM - Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan pentingnya pemerataan akses digital di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama di daerah yang masih mengalami blank spot seperti Sumbawa, Dompu, Bima, dan pulau-pulau kecil.


Hal ini disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsekal TNI Eko Dono Indarto, dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Konektivitas Internet di NTB, Rabu (10/9/2025).


“Setiap langkah pembangunan digital, termasuk percepatan konektivitas internet di NTB, harus mencerminkan integritas, tata kelola yang bersih, dan pelayanan publik yang nyata dirasakan masyarakat,” kata Eko Dono dalam sambutannya.


Eko juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya membangun zona integritas dalam setiap program kedinasan untuk menciptakan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Ia menegaskan bahwa arahan ini menjadi perhatian khusus dari Menko Polkam.


“Kami memastikan bahwa setiap kegiatan diselenggarakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.


Menurutnya, Kemenko Polkam memiliki peran strategis dalam membangun koordinasi lintas sektor dan sinkronisasi antar kementerian/lembaga terkait. Tujuannya adalah menata regulasi dan infrastruktur untuk mengatasi ketimpangan pembangunan digital di berbagai wilayah.


NTB sendiri dinilai memiliki posisi penting, tidak hanya karena kawasan wisata internasional Mandalika, tetapi juga sebagai simpul konektivitas antara kawasan timur dan tengah Indonesia.


Namun, hingga kini masih ada tantangan besar. Wilayah seperti Dompu, Bima, dan Lombok Utara masih mengalami kesenjangan konektivitas yang berdampak pada sektor pendidikan, kesehatan, hingga ketahanan pangan.


Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, menyambut baik inisiasi forum ini. Ia berharap rapat koordinasi ini dapat menjadi langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan konektivitas internet yang belum merata.


“Kami berharap ada dukungan data faktual dan kajian berbasis kondisi lapangan, serta sinergi nyata antara pusat dan daerah,” ujar Sitti Rohmi.


Rapat ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital, BAKTI, APJII, dan Dinas Kominfo NTB. Mereka membahas pemetaan wilayah blank spot, sinkronisasi program pusat-daerah, hingga penguatan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.


Hasil dari rapat koordinasi ini nantinya akan menjadi pijakan konkret untuk percepatan pembangunan infrastruktur digital di NTB, serta menjadikan provinsi ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional.


Penulis : M. Rahmat

Editor : Yuda Mahardika

TAGS :

Tags: Akses Internet Digitalisasi NTB Ekosistem Digital Kemenko Polkam PEMERINTAH REGIONAL


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Herry FF Battileo, SH.,MH., "Pengakuan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat"
    Star News INDONESIA ,  Selasa  (14 Desember 2021).  KOTA KUPANG  - Pada dasarnya kesatuan masyarakat hukum adat terbentuk berdasarkan tiga p...
  • Indonesia Tawarkan Impor 2 Juta Ton Gandum untuk Deal Tarif dengan AS
    Indonesia Siap Beli Gandum AS Rp 8 Triliun, Indofood Ambil Peran di Diplomasi Ekonomi RI-AS. Foto : Litha Andayani/Maria Patricia Star News ...
  • Pihak BRI Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Laporan Kasus Penipuan
    Kuasa Hukum Yessi Irmadani desak Polisi tetapkan Tersangka kasus penipuan . [Foto : Anhar Rosal/Regina Panjaitan/Ilustrasi Bank BRI] Star Ne...
  • Ryan Garcia Kembali Bangkit Dengan Kemenangan TKO Atas Oscar Duarte
    Duel Rian Garcia vs Oscar Duarte, Minggu, (03/12/2023). Star News INDONESIA ,  Minggu, (03 Desember 2023).  JAKARTA  - Meski jauh dari sempu...
  • Asal Usul Istilah "Duit": Warisan VOC yang Masih Hidup di Indonesia dan Malaysia
    Mata Uang  Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Foto : Arsip Sejarah Nasional Star News INDONESIA ,  Rabu, (17  September 2025).   JAKAR...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler