Muhammadiyah Gelar Regional Meeting LPCRPM se NTT dan Bali, Fokus Penguatan Cabang dan Ranting
ⒽⓄⓂⒺ

Muhammadiyah Gelar Regional Meeting LPCRPM se NTT dan Bali, Fokus Penguatan Cabang dan Ranting

Selasa, Agustus 12, 2025
Kupang Tuan Rumah Regional Meeting LPCRPM Muhammadiyah 2025: Konsolidasi dan Digitalisasi Organisasi. (Foto : Fathur Dopong/Maria Patricia)


Star News INDONESIASelasa, (12 Agustus 2025). KOTA KUPANG - Dalam upaya memperkuat struktur organisasi di tingkat akar rumput, Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Regional Meeting LPCRPM se-Nusa Tenggara dan Bali di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (11/08).


Kegiatan yang sedianya akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (13/08/2025) ini dipusatkan di Hotel Swiss-Belcourt Kupang dan akan ditutup di Desa Teliu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS).


Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang sekaligus Ketua LPCRPM PWM NTT, Prof. Dr. Zainur Wula, S.Pd., M.Si, dalam sambutannya menyatakan bahwa Muhammadiyah di wilayah NTT terus berupaya memperkuat dakwah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. “Kita saling berkoordinasi, saling membantu untuk kemaslahatan umat dan masyarakat, demi terwujudnya rahmatan lil alamin,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua PWM NTT, Muksin, S.Ag., MH, mengungkapkan bahwa dari 22 kabupaten/kota di NTT, Muhammadiyah telah memiliki 19 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), sementara tiga kabupaten – Sabu Raijua, Rote Ndao, dan Kabupaten Kupang – belum terbentuk PDM. Saat ini, terdapat 96 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), namun jumlah ranting masih sangat terbatas karena minimnya kader di tingkat bawah.


Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, H. M. Jamaluddin Ahmad, S.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga langkah konkret digitalisasi data organisasi. “Kampus kita sudah luar biasa, tetapi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat adalah cabang, ranting, dan masjid,” ujarnya.


Ia menekankan pentingnya berbasis data dalam setiap gerakan Muhammadiyah. “Tidak cukup banyak omong, tapi perbanyak aksi. Kita mulai dengan digitalisasi agar kita bekerja berdasarkan data, tepat sasaran, dan modern,” ujarnya.


Jamaluddin juga memaparkan target nasional LPCRPM, yaitu minimal 60% cabang dari jumlah kecamatan dan 40% ranting dari jumlah kelurahan. Saat ini, capaian cabang sudah mencapai 57%, sementara ranting baru menyentuh angka 20%. “Kita masih harus bekerja keras. PWM, PDM, dan kampus akan bergerak menambah jumlah cabang dan ranting, khususnya di kawasan Indonesia Timur seperti NTT,” jelasnya.


Selain memperluas struktur, peneguhan ideologi juga menjadi fokus. “Ideologi itu harus dimulai dari pimpinan dan pengurus, agar bisa memberi energi dan semangat. Semakin banyak cabang dan ranting hidup, maka ideologi Muhammadiyah juga semakin kuat,” pungkas Jamaluddin.


Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya sebagai gerakan Islam modern yang terus hadir memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun suku, sejalan dengan visi rahmatan lil alamin yang diusungnya.


Penulis : Fathur Dopong

Editor : Maria Patricia

𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler