Serangan Maut di Pengadilan Iran Tenggara, Sembilan Tewas Diterjang Mortir dan Granat
ⒽⓄⓂⒺ

Serangan Maut di Pengadilan Iran Tenggara, Sembilan Tewas Diterjang Mortir dan Granat

Sabtu, Juli 26, 2025
Kelompok Jaish al-Adl serbu Gedung Pengadilan di Zahedan, Iran, korban jiwa dan luka berjatuhan. Foto : Reuters


Star News INDONESIASabtu, (26 Juli 2025). JAKARTA - Sebuah serangan bersenjata besar mengguncang kota Zahedan di provinsi Sistan-Baluchestan, Iran tenggara, pada Sabtu pagi waktu setempat. 


Gedung pengadilan utama di kota tersebut menjadi sasaran kelompok militan Jaish al-Adl, yang menggunakan senjata otomatis, mortir, dan granat dalam aksinya. 


Serangan itu menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai lebih dari dua puluh dua lainnya.


Korban tewas termasuk seorang ibu muda dan bayinya yang baru berusia satu tahun. Keduanya menjadi korban ketika granat dilemparkan ke dalam gedung pengadilan sebelum baku tembak pecah antara militan dan pasukan keamanan Iran. 


Suara ledakan dan rentetan peluru terdengar hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian, menciptakan kepanikan di tengah warga sipil yang sedang menjalani aktivitas pagi mereka.


Kelompok separatis bersenjata Jaish al-Adl, yang selama ini aktif di wilayah perbatasan Iran-Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui saluran resmi mereka di Telegram. 


Mereka menyatakan aksi itu sebagai bentuk balasan atas perlakuan pemerintah Iran terhadap minoritas Sunni Baluch di wilayah tersebut. 


Dalam pernyataannya, kelompok itu bahkan memperingatkan warga sipil agar menjauh dari lokasi serangan demi keselamatan.


Pasukan keamanan Iran dikerahkan ke lokasi dan bentrokan dengan para militan berlangsung hingga tiga jam lamanya. 


Tiga penyerang dilaporkan tewas di tempat, sementara sisanya melarikan diri. Operasi pencarian dan penangkapan masih terus berlangsung di sekitar wilayah kejadian.


Provinsi Sistan-Baluchestan telah lama menjadi titik panas ketegangan antara pemerintah Iran yang mayoritas Syiah dan kelompok separatis Sunni dari etnis Baluch. 


Serangan terbaru ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir, memperpanjang daftar kekerasan bersenjata di wilayah yang dikenal miskin, terpinggirkan, dan rentan terhadap radikalisasi.


Pemerintah Iran merespons insiden ini dengan memperketat keamanan di seluruh provinsi dan menuduh adanya dukungan asing terhadap kelompok bersenjata yang beroperasi di kawasan tersebut. 


Media pemerintah mengutuk keras serangan itu dan menyebutnya sebagai “aksi teroris pengecut yang menargetkan warga sipil tak bersalah.”


Hingga kini, rumah sakit di Zahedan masih dipenuhi para korban luka. Sebagian besar mengalami luka tembak dan cedera akibat pecahan granat. 


Beberapa di antaranya dalam kondisi kritis dan tengah menjalani operasi darurat. Pemerintah setempat mengumumkan hari berkabung dan menunda seluruh kegiatan publik di kota untuk sementara waktu.


Serangan ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di wilayah perbatasan Iran tenggara. Jaish al-Adl, yang sebelumnya telah bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap polisi dan pasukan elit IRGC, tampaknya kembali mengintensifkan aktivitas militannya. 


Pihak berwenang Iran menyatakan akan melakukan “tindakan balasan tegas” terhadap dalang serangan dan siapa pun yang memberikan dukungan terhadap mereka.


Foto-foto yang beredar dari lokasi kejadian menunjukkan kondisi gedung pengadilan yang porak-poranda, kendaraan hancur, serta tubuh korban yang tergeletak di jalan. 


Petugas medis terlihat sibuk mengevakuasi korban dengan tandu sementara tentara berjaga di sekitar area yang dipasangi garis pengaman. Suasana di kota itu masih mencekam, dan warga diminta tetap di dalam rumah hingga situasi benar-benar kondusif.


Serangan di Zahedan menambah daftar panjang kekerasan di Sistan-Baluchestan dan menjadi pengingat betapa rentannya kawasan tersebut terhadap konflik ideologis, sektarian, dan geopolitik yang lebih luas.


Penulis : Deni Suprapto

Editor : Maria Patricia

𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler