Kemenko Polkam Tinjau Perbatasan Belu, Antisipasi Frekuensi Ilegal Lintas Negara
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • RELIGI
  • ZODIAK
  • MUSIK
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Kemenko Polkam › MILITER › NASIONAL › PEMERINTAH › Perbatasan Belu › REGIONAL

Kemenko Polkam Tinjau Perbatasan Belu, Antisipasi Frekuensi Ilegal Lintas Negara

Kamis, Juli 10, 2025

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Kemenko Polkam Desak Modernisasi Pemantauan Frekuensi di NTT. Foto : Berto Da Costa/Maria Patricia


Star News INDONESIA, Kamis, (10 Juli 2025). ATAMBUA - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus memperkuat sistem pertahanan non-fisik Indonesia. 


Dalam kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, Kemenko Polkam menyoroti pentingnya pengawasan spektrum frekuensi sebagai bagian dari kedaulatan nasional.


Rombongan dipimpin langsung oleh Marsma TNI Agus Pandu Purnama, Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika, didampingi oleh sejumlah pejabat teknis termasuk Kolonel Sattya Wardana dan Kolonel Atep Putu Anta, serta tim dari Desk Keamanan Siber dan Pelindungan Data.


Dalam peninjauan tersebut, Marsma Agus Pandu menegaskan bahwa ruang udara, khususnya spektrum frekuensi, merupakan bagian penting dari wilayah kedaulatan yang sering luput dari perhatian.


“Kedaulatan negara tak hanya dijaga di darat dan laut, tapi juga di udara dalam hal ini frekuensi. Ini medan tak kasat mata, tapi sangat strategis,” ujarnya.


Wilayah perbatasan Belu menjadi fokus karena tingginya potensi pelanggaran penggunaan frekuensi, baik oleh kapal asing maupun perangkat komunikasi lintas batas yang tidak terdaftar. Tim mencatat bahwa sistem pengawasan di beberapa titik masih lemah, terutama di daerah pegunungan dan kepulauan.


Meski sudah ada sistem monitoring digital, aktivitas komunikasi ilegal dari luar negeri masih sulit dideteksi secara cepat akibat terbatasnya perangkat canggih dan minimnya sumber daya manusia teknis di lapangan.


Menanggapi tantangan itu, Kemenko Polkam mendorong modernisasi sistem pemantauan serta penambahan personel di area strategis. Lebih dari itu, pengawasan spektrum harus menjadi bagian integral dari sistem keamanan nasional, dengan sinergi antar lembaga seperti TNI, BAKAMLA, Kominfo (Komdigi), dan pemerintah daerah.


“Ini bukan hanya soal alat, tapi soal kolaborasi dan kecepatan bertindak. Kita tidak boleh membiarkan wilayah perbatasan menjadi titik buta pengawasan,” tegas Kolonel Atep Putu Anta.


Penggunaan kecerdasan buatan (AI) pun diusulkan agar sistem dapat bekerja secara otomatis dan real-time, memungkinkan deteksi dini terhadap komunikasi ilegal serta pelaporan instan ke pusat kendali.


Kemenko Polkam menekankan bahwa perlindungan terhadap spektrum frekuensi harus disejajarkan dengan penjagaan fisik wilayah, terutama di tengah dinamika ancaman digital yang terus berkembang.


Kunjungan ke Belu ini menjadi bagian dari rangkaian pemantauan intensif Kemenko Polkam, guna memastikan setiap jengkal wilayah Indonesia—termasuk yang paling ujung—tetap berada dalam pengawasan dan perlindungan penuh negara.


Penulis : Berto Da Costa

Editor : Maria Patricia

TAGS :

Tags: Kemenko Polkam MILITER NASIONAL PEMERINTAH Perbatasan Belu REGIONAL


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Herry FF Battileo, SH.,MH., "Pengakuan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat"
    Star News INDONESIA ,  Selasa  (14 Desember 2021).  KOTA KUPANG  - Pada dasarnya kesatuan masyarakat hukum adat terbentuk berdasarkan tiga p...
  • Indonesia Tawarkan Impor 2 Juta Ton Gandum untuk Deal Tarif dengan AS
    Indonesia Siap Beli Gandum AS Rp 8 Triliun, Indofood Ambil Peran di Diplomasi Ekonomi RI-AS. Foto : Litha Andayani/Maria Patricia Star News ...
  • Pihak BRI Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Laporan Kasus Penipuan
    Kuasa Hukum Yessi Irmadani desak Polisi tetapkan Tersangka kasus penipuan . [Foto : Anhar Rosal/Regina Panjaitan/Ilustrasi Bank BRI] Star Ne...
  • Ryan Garcia Kembali Bangkit Dengan Kemenangan TKO Atas Oscar Duarte
    Duel Rian Garcia vs Oscar Duarte, Minggu, (03/12/2023). Star News INDONESIA ,  Minggu, (03 Desember 2023).  JAKARTA  - Meski jauh dari sempu...
  • Asal Usul Istilah "Duit": Warisan VOC yang Masih Hidup di Indonesia dan Malaysia
    Mata Uang  Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Foto : Arsip Sejarah Nasional Star News INDONESIA ,  Rabu, (17  September 2025).   JAKAR...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler