Kampanye Kotor Terhadap NPR Menyebabkan Perseteruan Elon Musk dengan Signal
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • ZODIAK
  • MUSIK
  • RELIGI
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Elon Musk › Kripto › MANCANEGARA › Signal › Telegram › Twitter X

Kampanye Kotor Terhadap NPR Menyebabkan Perseteruan Elon Musk dengan Signal

Sabtu, Mei 18, 2024

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

CEO X, Elon Musk. (Foto. 1stimewa)


Star News INDONESIA, Sabtu, (18 Mei 2024). JAKARTA - Selama hampir dua minggu, perdebatan esoteris terus berkobar di X (Twitter) menyebabkan keraguan banyak orang terhadap keamanan privasi Signal.


Sementara Chatbot X dan Grok AI menilai perseteruan itu sebagai “Telegram vs Signal”.


Signal adalah aplikasi untuk mengirim pesan terenkripsi ujung ke ujung ke individu dan kelompok kecil. Sedangkan Telegram menawarkan saluran siaran dan pesan tetapi tidak dienkripsi ujung ke ujung secara default. 


Perdebatan mengenai manfaat relatifnya telah bermunculan selama bertahun-tahun, meskipun sebagian besar terjadi di media sosial oleh para pakar keamanan siber, kriptografi, privasi, dan kebijakan. 


Kali ini, pembicaraan tersebut mendapat perhatian yang lebih luas lantaran pengikut Elon Musk berjumlah kurang lebih sekitar 183 juta orang. 


Pada tanggal 9 April, Uri Berliner, mantan editor lama di NPR, mempublikasikan sebuah tulisan berbau konservatif, Free Press, dengan alasan bahwa NPR semakin memilih untuk melayani sebagian kecil kelompok sayap kiri Amerika. Perdebatan mengenai dugaan kecenderungan sayap kiri di NPR, dan seruan konservatif untuk membubarkan dana NPR, juga bukan hal baru. 


Namun kali ini, artikel viral Berliner muncul beberapa minggu setelah dimulainya kepemimpinan baru NPR, Katherine Maher. Aktivis konservatif yang mulai mengangkatnya kembali.


Maher ternyata punya beberapa “Tweet Buruk” yang bersifat subyektif yang dengan cepat mengubah Maher menjadi tokoh medsos yang paling malang.


Kemudian propaganda Chris Rufo mulai mengarahkan narasi dari media sosial ke media sayap kanan hingga New York Times yang sorotan lebih luas lagi. 


Hal itu membuat NPR mulai melancarkan sindiran seperti tiram yang mengoleskan nacre. Bagi target, membedakan antara kebenaran dan kepalsuan menimbulkan pilihan yang sulit: diam, atau serangkaian upaya penjelasan seiring dengan berkembangnya tuduhan dan fitnah.


Apa hubungannya dengan Signal dan Telegram?

Maher adalah anggota dewan Signal Foundation. Maka, pada tanggal 6 Mei – saat Maher masih belum dipecat oleh NPR – postingan blog Rufo lainnya muncul, tiang gawang dipindahkan dan teori konspirasi semakin mendalam. Intinya muncul di frame pembuka: “Apakah integritas aplikasi pesan terenkripsi dikompromikan oleh ketua dewannya?” 


Daftar sindiran baru menyusul: Signal mendapat hibah dari Open Technology Fund, yang disponsori oleh pemerintah AS. Kepala eksekutif Signal, yang memilih Maher sebagai dewan direksi, juga seorang yang progresif, seorang sayap kiri yang sebelumnya merupakan pengacau ekuitas di Google.


Meskipun tidak adanya kekhususan dalam tuduhan-tuduhan ini seharusnya menjadi sebuah tanda bahaya, namun hal ini malah memperkuat keseluruhan upaya yang dilakukan. Dipicu oleh tidak lebih dari beberapa tweet yang tidak jelas dari para influencer, pembuatan karakter Signal yang dikompromikan memantul ke seluruh X tanpa bukti apa pun.


Elon Musk yang melihat sindiran tersebut,  menambahkan sindirannya sendiri pada tanggal 6 Mei: “Ada kerentanan yang diketahui pada Signal yang tidak ditangani. Kelihatannya aneh… ” cuitannya juga tanpa memberikan bukti atau fakta.


Penulis : Wiwid

Editor : Meli Purba

TAGS :

Tags: Elon Musk Kripto MANCANEGARA Signal Telegram Twitter X


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • 10 Cara Menjaga Bentuk Tubuh Tetap Proporsional dan Sehat
    Gaya Hidup Sehat untuk menjaga nentuk tubuh Proporsional tanpa diet ketat. Foto : Cheryil Apriani/Willy Rikardus Star News INDONESIA ,  Sabt...
  • Zona del Silencio di Meksiko Fakta Atau Hanya Kebohongan Belaka?
    Zona of Silence di Meksiko Star News INDONESIA,  Sabtu, (09 Desember 2023).  JAKARTA  - Zona of Silence adalah sebuah tempat di Meks...
  • Profil Jennifer Coppen dan Kisah Lengkap Perjalanan Hidupnya
    Aktris Cantik  Jennifer Coppen. Foto : Instagram Star News INDONESIA ,  Jumat, (11 Juli 2025).   JAKARTA  - Namanya mulai dikenal publik sej...
  • Jejak Awal Tulisan: Sejarah Penemuan Sistem Penulisan Pertama
    Bentuk tulisan tertua adalah aksara paku, yang dikembangkan oleh bangsa Sumeria dan digunakan oleh berbagai orang di Timur Tengah kuno. Foto...
  • Sejarah Mesin Ketik: Dari Inovasi Awal hingga Digitalisasi
      Star News INDONESIA,  Senin, (26 Agustus 2024).  JAKARTA  - Mesin ketik, salah satu penemuan revolusioner di bidang teknologi, memiliki se...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler