PPDB Rancum dan Indikasi Jual Beli Proyek DAK, GPR Aksi Jilid II di Dikbud NTB
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • SELEBRITI
  • ZODIAK
  • FILM
  • MUSIK
  • RELIGI
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Dikbud NTB › GPR NTB › PEMERINTAH › REGIONAL

PPDB Rancum dan Indikasi Jual Beli Proyek DAK, GPR Aksi Jilid II di Dikbud NTB

Jumat, Juli 28, 2023

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Star News INDONESIA, Jumat (28 Juli 2023). MATARAM - Puluhan Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Pemuda dan Rakyat Nusa Tenggara Barat (GPR-NTB), kembali melakukan aksi Demonstrasi jilid II di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Pada Kamis, (27/07/2023).


Kedatangan para aktivis tersebut menuntut Dikbud NTB agar bertanggung jawab terkait rancumnya sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan adanya indikasi permainan uang oleh pantai PPDB.  Selain itu mereka menilai PPDB telah dipolitisasi karena ditemukan surat sakti atau rekomendasi dari oknum DPRD yang diduga langsung setujui oleh Dikbud NTB dengan mengabaikan siswa lain sesuai zonasi. 


"Kuat dugaan kami surat sakti dari oknum DPRD itu langsung disetujui, sehingga membuat siswa yang seharusnya diterima oleh SMA sesuai zonasi harus terpental,"kata Korlap, Sukirman. 


Dalam orasinya, Suki juga mempercayakan keberadaan Kadis Dikbud NTB yang sampai hari ini belum menemui masa aksi untuk menjelaskan terkait rancumnya sistem PPDB tahun 2023, adanya indikasi permainan uang oleh panitia PPDB dan dugaan jual beli proyek dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022. 


"Kemana kadis Dikbud NTB, Kenapa menghilang dan ngak mau menemui kami dan orang tua wali sampai hari ini. Kami nyatakan kadis Dikbud NTB gagal dan kami meminta gubernur untuk segera copot kadis Dikbud NTB,"desak suki. 


Ia menuding, Kadis Dikbud NTB tidak paham prosedural dan tidak bertanggung jawab dengan rancumnya sistem PPDB dan adanya indikasi jual beli proyek DAK tahun 2022. Bahkan aksi proses orang tua wali yang dimulai sejak tanggal 11 Juli 2023 hingga hari ini tidak respon oleh kadis Dikbud NTB. 


"Seharusnya kadis Dikbud NTB menemui kami dengan baik, begitupun orang tuan wali. Bukan malah menghilang, apalagi memberikan alasan yang tidak jelas,"tuturnya.


Orator lain, Hendra menyampaikan begitu banyak permasalahan yang terjadi di Dikbud NTB dan sudah mencuat dipublik, terlebih PPDB yang banyak sekali ditemukan kejanggalannya. 


Hendra juga menyebut di Dikbud NTB tidak hanya PPDB yang bermasalah, namun terkait dengan adanya dugaan jual beli proyek dana alokasi khusus (DAK) tahun 2022. "Ngak boleh hari ini kita biarkan, dugaan kami sangat kuat terkait dengan DAK tahun 2022 yang Penganggarannya sampai miliaran. Tapi ternyata indikasi kami menggambarkan adanya dugaan jual beli proyek DAK di Tubuh Dikbud NTB. Sehingga kadis Dikbud NTB harus bertanggungjawab,"ungkap Hendra. 


Setelah menyampaikan orasi dan tuntutan kurang lebih satu jam lamanya. Masa aksi diminta beraudiensi ke dalam aula Dikbud NTB. Masa aksi pun masuk beraudiensi dengan membawa perwakilan orang tua wali. 


Dalam audiensi yang diterima oleh Sekretaris Dikbud NTB, Korlap memberikan kesempatan terhadap pak Ahyar, perwakilan orang tua wali untuk menyampaikan kejanggalan sistem PPDB. 


"Saya orang tua siswa bersuara. Anak saya daftar di SMA 1 Mataram sampai hari ini belum ada pengumuman lulus dan tidak lulusnya. Saya datang ke dinas saat itu di arahkan ke SMA 2 Mataram. Bahkan tadi pagi ketemu pak sekdis dan terakhir aduan hari senin kemarin belum ada titik temunya, tetap pak sekdis menunggu keputusan pak kadis,"kata pak ahyar. 


Lebih lanjutnya, Mohon diberikan arahan atau petunjuk. Tadi sudah menghadap ke SMA 1 dan ada peluang untuk anaknya, tapi menunggu lagi keputusan dari dinas. "Anak saya saat ini sakit dan satu Bulan saya tidak bisa masuk kerja. Karena hampir setiap hari saya ke dinas,"ujarnya.


Sementara sekretariat Dikbud NTB menanggapi tuntutan masa aksi dan perwakilan orang wali, menyampaikan terkait dengan PPDB akan dicek di panitia, data itu tidak terinput atau bagaimana, seharusnya masuk tapi tidak terkopi atau bagaimana. 


"Setelah ini saya langsung ke panitia, yang kedua data yang hilang dan lain sebagainya. Ada yang diterima dan ada yang tidak, setau saya karena tahun ini pendaftar di Mataram jumlahnya luar biasa. Inilah yang sedang kami tata, melihat peminat ke Mataram begitu besar,"jelas sekdis. 


Maka kata sekdis, pendistribusian sampai hari ini masih proses. Jadi kepada adik adik dan wali murid tetap mohon bersabar. Karena pada kenyataannya, ada anak di zona SMA 11 yang nggak mau masuk di SMA 11 sehingga harus diakomodir. "Hal-hal itulah kami masih terus mengatur setiap hari dan setiap minggu. Insya Allah sabtu besok prediksi kami paling telat sudah terdistribusi dalam kondisi yang sudah final,"katanya.


Terkait dengan adanya jual beli proyek Dana alokasi khusus (DAK) tahun 2022? Sekdis tidak berani memberikan komentar panjang lebar karena bukan kewenangannya. "Saya tidak bisa menjelaskan terlalu jauh karena memang bukan bidang saya. Tapi tetap menjadi laporan saya ke pak kadis dan kepala bidang terkait masukan dan temuan pada DAK tahun 2022,"tutup Sekdis. 


Penulis : Suky

Editor : Suky

TAGS :

Tags: Dikbud NTB GPR NTB PEMERINTAH REGIONAL


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Ayah di Kupang Laporkan Dugaan Persetubuhan Anak, Terlapor Disebut Tetangga Korban
    Advokat Rusydi Saleh Maga, S.H., (kiri) dan Alexander Peter E. Mahing, S.H., selaku kuasa hukum korban. Foto : Frans Ora/Bayu Indrawan  Star...
  • Inilah Kisah Perjalanan Karir Axl Rose Hingga Pernikahan dengan Sosok Istrinya
    Axl Rose dan Mantan Istrinya Erin Everly   (1990 – 1991) Star News INDONESIA,  Kamis, (18 Juli 2024).  JAKARTA  - Bintang di balik band rock...
  • Somasi Tak Digubris, Kuasa Hukum Grace Singli Siapkan Langkah Hukum Terkait Dana Rp10 Juta
    Grace Singli bersama kedua kuasa hukumnya Rusydi Saleh Maga, S.H., (kanan) dan Rowita Maudohi, S.H., siap ambil langkah tegas. Foto : Frans ...
  • 10 Tren Gaya Rambut 2025 yang Wajib Kamu Coba
    Model Rambut Kekinian 2025: Dari Layered Hair hingga Buzz Cut Star News INDONESIA ,  Sabtu, (21 Juni 2025).   JAKARTA  - Dunia fashion dan k...
  • Berapa Kasta dalam Sepakbola Inggris? Ini Penjelasan Lengkapnya!
    Berapa Kasta dalam Sepak Bola Inggris? Ini Penjelasan Struktur Kompetisinya dari Atas hingga Bawah. Foto : SPOTRS Star News INDONESIA ,  Rab...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler