DPW MOI Provinsi NTT Minta Polisi Tangkap Pelaku Kerumunan Massa di Depan Mapolda
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • SELEBRITI
  • ZODIAK
  • FILM
  • MUSIK
  • RELIGI
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Covid-19 › DPW MOI NTT › Gubernur NTT › HUKRIM › Kerumunan Massa › NASIONAL › Polda NTT › REGIONAL › Viktor Laiskodat

DPW MOI Provinsi NTT Minta Polisi Tangkap Pelaku Kerumunan Massa di Depan Mapolda

Senin, September 06, 2021

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

 

Star News INDONESIA, Senin (06 September 2021). KOTA KUPANG - Dewan Pimpinan Wilayah Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Nusa Tenggara Timur akhirnya buka suara terhadap aksi demonstrasi yang menyebabkan adanya kerumunan massa secara besar-besaran terkait protes atas kehadiran Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wakil Gubernur dan sejumlah pejabat, di seremonial pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Pada jumat, (27/08/2021) lalu.

Dalam pernyataan pers resmi tersebut, DPW MOI Provinsi NTT secara tegas meminta Polda NTT agar segera menangkap para pelaku kerumunan massa di depan Mapolda NTT, yang terjadi Pada Kamis, (02/09/2021). 


Hal itu disampaikan secara langsung melalui dua Tokoh Intelektual organisasi kaliber pers tersebut yakni Rusydi Saleh Maga selaku Wakil Ketua I DPW MOI Provinsi NTT dan Andre Lado, Sekretaris DPW MOI Provinsi NTT, Pada Senin, (06/09/2021) saat melakukan diskusi usai evaluasi kinerja di Kantor Sekretariat DPW MOI Provinsi NTT.


Andre Lado dalam kesempatannya, kepada sejumlah wartawan menyampaikan pernyataan sikap keras dari DPW MOI Provinsi NTT, dirinya mengatakan bahwa,


"DPW MOI Provinsi NTT melihat bahwa apa yang terjadi di depan Mapolda NTT itu tidak dapat ditolerir mengingat pemberlakuan PPKM di Kota Kupang sudah sangat parah karena telah berada di level 4." Ujarnya


Masih menurut Tokoh muda MOI di NTT ini bahwa, polisi harusnya dapat mencegah terjadinya kerumunan massa di depan Mapolda NTT waktu itu, karena hal tersebut sudah menyangkut dengan keselamatan semua orang,


"PPKM di Kota Kupang sudah sampai level 4 harusnya polisi dapat mencegah terjadinya kerumunan massa secara besar-besaran karena ini sudah menyangkut nyawa banyak orang, apalagi itu berlangsung di tempat umum. Oleh sebab itu DPW MOI Provinsi NTT meminta Polda NTT sebagai oihak penegak hukum menangkap para pelaku," Imbuh Andre


Dirinya juga mengatakan bahwa DPW MOI Provinsi NTT patut mempertanyakan apakah kehadiran Gubernur NTT bersama sejumlah pejabat yang menghadiri seremonial pengukuhan TPAKD di Pulau Semau, Kabupaten Kupang yang merupakan Zona Hijau itu melanggar prokes?


"Kita semua ketahui jika Pulau Semau merupakan wilayah Kabupaten Kupang yang masih Zona Hijau, selain itu setiap individu yang mengikuti seremonial kegiatan tersebut sudah melewati proses Swab/PCR sehingga pelanggaran terhadap prokes dimana sebenarnya?." Ungkapnya 


Sementara itu hal senada juga dikatakan oleh Rusydi Saleh Maga, petinggi MOI Provinsi itu turut mempertanyakan dimana kah Satgas Covid-19 saat kerumunan massa terjadi?


"Yang menjadi pertanyaan publik siapakah yang mengijinkan aksi kerumunan massa itu dapat terselenggara? Lalu dimanakah tim covid-19 itu berada, fungsinya apa sebenarnya? Kok bisa terjadi aksi kerumunan saat PPKM Level 4 di Kota Kupang? Kegiatan yang menimbulkan kerumunan tersebut apa sudah sesuai prokes? Sedangkan seremonial di Pulau semua terlihat para hadirin benar-benar memperhatikan jarak." Ucap Rusydi


Lebih lanjut disarankannya bahwa, para pelaku kerumunan massa tersebut perlu dicek kondisi kesehatannya untuk memastikan,


"Kami (DPW MOI Provunsi NTT) menyarankan agar polisi dalam hal ini Polda NTT dapat segera menangkap para pelaku pelanggar prokes tersebut, kemudian dilakukan tes kondisi mereka positif atau tidak." Pungkasnya. 


Penulis : Berto Da Costa

Editor : Fajar Ali


TAGS :

Tags: Covid-19 DPW MOI NTT Gubernur NTT HUKRIM Kerumunan Massa NASIONAL Polda NTT REGIONAL Viktor Laiskodat


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Ayah di Kupang Laporkan Dugaan Persetubuhan Anak, Terlapor Disebut Tetangga Korban
    Advokat Rusydi Saleh Maga, S.H., (kiri) dan Alexander Peter E. Mahing, S.H., selaku kuasa hukum korban. Foto : Frans Ora/Bayu Indrawan  Star...
  • Inilah Kisah Perjalanan Karir Axl Rose Hingga Pernikahan dengan Sosok Istrinya
    Axl Rose dan Mantan Istrinya Erin Everly   (1990 – 1991) Star News INDONESIA,  Kamis, (18 Juli 2024).  JAKARTA  - Bintang di balik band rock...
  • Somasi Tak Digubris, Kuasa Hukum Grace Singli Siapkan Langkah Hukum Terkait Dana Rp10 Juta
    Grace Singli bersama kedua kuasa hukumnya Rusydi Saleh Maga, S.H., (kanan) dan Rowita Maudohi, S.H., siap ambil langkah tegas. Foto : Frans ...
  • 10 Tren Gaya Rambut 2025 yang Wajib Kamu Coba
    Model Rambut Kekinian 2025: Dari Layered Hair hingga Buzz Cut Star News INDONESIA ,  Sabtu, (21 Juni 2025).   JAKARTA  - Dunia fashion dan k...
  • Berapa Kasta dalam Sepakbola Inggris? Ini Penjelasan Lengkapnya!
    Berapa Kasta dalam Sepak Bola Inggris? Ini Penjelasan Struktur Kompetisinya dari Atas hingga Bawah. Foto : SPOTRS Star News INDONESIA ,  Rab...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler