![]() |
Star News INDONESIA, Rabu (31 Maret 2021). KUPANG - Demi mewujudkan toleransi antar umat beragama di Provinsi NTT, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Kupang bersama Media Online Indonesia (MOI) Kota Kupang dan LBH Surya NTT gelar Bakti Sosial di Kapela St. Agustinus Bello, Pada Rabu, (30/03).
Dikala Kedamaian di Bumi Pertiwi seolah dicabik oleh oknum tak bertanggungjawab dengan meledakan bom bunuh diri di Makasar,
Justru di NTT mahasiswa Muhammadyah dan Pemuda Muslim gelar kerja bakti bersama umat Nasrani mempersiapkan Perayaan Paskah 2021. Sebagaimana nampak suasana di Kapela Santo Agustinus.
Kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan wujud dari kerukunan antar umat beragama di Kota Kupang yang selama ini terjalin secara harmonis.
Kehadiran Mahasiswa Muhammadiyah Kupang, Anggota DPC MOI Kota dan Advokat bersama staf LBH Surya NTT di Kapela St. Agustinus Bello itu adalah guna membantu membersihkan tempat ibadah umat khatolik dalam menyambut perayaan paskah 2021.
Ketua Umum DPD IMM Provinsi NTT, Fatur Dopong, saat dimintai komentarnya mengatakan bahwa Nusa Tenggara Timur tentunya ada banyak hal yang mesti di pelajari dan didalami,
"NTT memang unik ada satu hal yang mesti kita rawat bersama-sama adalah nilai toleransi Negara ini sudah sepakat bahwa nilai-nilai pancasila point pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa yang kedua adalah tentang Kemanusian yang adil dan beradab yang ketiga adalah persatuan Indonesia," Ungkapnya
Sementara itu Ketua Panitia Kegiatan, Stefanus Mite, sangat mengapresiasi semangat keberagaman dan toleransi yang ada selama ini,
"Sore hari ini kita melakukan bakti bersama remaja Masjid, kita panitia muda-mudi di Gereja St. Agustinus Bello, disitulah keberagaman perlu dikembangkan toleransi menghargai satu sama lain walaupun ditengah situasi seperti ini ditempat lain kejadian kemanusiaan yang sangat mengerikan tapi kita bersyukur bahwa di NTT tidak terjadi seperti itu dan ini perlu di galakan hal-hal positif ini terus di tingkatkan kemudian menjadi generasi untuk yang berikutnya agar di NTT toleransi tetap terpelihara," Pungkas Stef
Penulis : Berto Da Costa
Editor : Burhanudin Iskandar

