![]() |
| Nicolás Maduro Mengaku Tidak Bersalah di Pengadilan AS atas Dakwaan Narkoba. Foto : The Guardian |
Star News INDONESIA, Selasa, (06 Januari 2026). JAKARTA - Nicolas Maduro, mantan Presiden Venezuela, pada Senin (5 Januari 2026) mengaku tidak bersalah atas empat dakwaan federal termasuk narco-terrorism, konspirasi impor kokain, dan kepemilikan senjata ilegal, dalam sidang singkat di pengadilan federal Manhattan, New York.
Maduro, yang dibawa ke Amerika Serikat menyusul operasi militer yang disetujui Presiden Donald Trump, berdiri di hadapan hakim dan melalui penerjemah menyatakan dirinya masih presiden sah Venezuela dan tidak bersalah atas tuduhan tersebut.
Penangkapan Maduro terjadi pada 3 Januari 2026 dalam operasi militer yang luas di Caracas yang oleh pemerintah AS disebut sebagai bagian dari upaya menangkap tokoh yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba transnasional dan terorisme narkoba.
Ia dan istrinya, Cilia Flores, dilaporkan langsung dibawa ke New York dan ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn.
Tuduhan terhadap Maduro berasal dari indictment federal tahun 2020 yang menuduhnya bekerja dengan berbagai kelompok kriminal termasuk pemberontak FARC dan kartel narkoba internasional untuk mengirimkan kokain ke AS, serta menyalahgunakan kekuasaan negara Venezuela untuk melindungi kegiatan tersebut.
Dalam sidang itu, Maduro mengatakan dakwaan tersebut adalah bagian dari upaya “imperialis” Amerika yang bertujuan menggulingkannya dan mengambil alih sumber daya Venezuela.
Sikap ini juga mencerminkan reaksi dari banyak negara dan organisasi internasional yang mengecam keras langkah AS sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.
Pihak berwenang AS, sementara itu, menyatakan operasi tersebut didasarkan pada surat perintah federal yang sah, dan bahwa proses hukum akan dilanjutkan melalui sistem peradilan AS.
Sidang lanjutan dijadwalkan pada 17 Maret 2026, ketika kemungkinan pembacaan dakwaan lebih rinci dan pembahasan masalah prosedural akan berlangsung.
Kasus ini memicu ketegangan geopolitik global, dengan berbagai negara menuntut penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan Venezuela, sementara sekutu AS mendukung tindakan sebagai bagian dari perang melawan kriminalitas narkotika lintas batas.
Penulis : Eddie Lim
Editor : Willy Rikardus

