640 Pedagang Pasar Subuh Kramatjati Direlokasi Damai, Pramono Siapkan Lokbin dan Lahan Pemda
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • SELEBRITI
  • ZODIAK
  • FILM
  • MUSIK
  • RELIGI
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Gubernur DKI Jakarta › Jusuf Rizal › Pasar Subuh Kramatjati › Pemprov DKI › Pramono Anung › REGIONAL › Relokasi PKL

640 Pedagang Pasar Subuh Kramatjati Direlokasi Damai, Pramono Siapkan Lokbin dan Lahan Pemda

Rabu, September 02, 2026

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Relokasi 640 pedagang Pasar Subuh Kramatjati berjalan damai, Ketum Madas Nusantara, KRH HM Jusuf Rizal tekankan bahwa relokasi sebagai bagian dari upaya pembinaan, perlindungan, dan peningkatan kesejahteraan anggota, Selasa (01/09). Foto : Tedi Abbaz/Bayu Indrawan


Star News INDONESIA, Rabu, (02 September 2026). JAKARTA - Sebanyak 640 pedagang kaki lima (PKL) yang selama puluhan tahun beraktivitas di Pasar Subuh Kramatjati, Jakarta Timur, direlokasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Proses pemindahan yang berlangsung pada Selasa (1/9/2026) itu disebut berjalan damai tanpa kerusuhan.


Relokasi dilakukan dengan menempatkan sebagian pedagang di Lokasi Binaan (Lokbin) Kramatjati. Sementara pedagang lainnya disiapkan untuk menempati lahan kosong milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penataan Pasar Subuh Kramatjati merupakan persoalan yang telah berlangsung selama lebih dari 50 tahun.


Menurut Pramono, berbagai upaya relokasi sebelumnya belum berhasil direalisasikan. Kali ini, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak, termasuk organisasi masyarakat Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara, berhasil melakukan pemindahan pedagang secara damai.


"Para pedagang kaki lima Pasar Subuh Kramatjati disiapkan tempat yang baik. Jadi tidak lagi berjualan di trotoar badan jalan," kata Pramono saat berdialog dengan pedagang ikan di Lokbin Kramatjati, Jakarta Timur.


Pramono mengatakan pedagang nantinya dikenakan biaya sekitar Rp6.000 per hari. Namun, biaya tersebut baru diberlakukan setelah masa pembebasan selama enam bulan.


Selain tempat berjualan, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain drainase dan kipas angin. Pemerintah juga berencana membantu pemasaran produk yang dijual para pedagang, termasuk produk ikan.


Dalam dialog tersebut, sejumlah pedagang menyampaikan apresiasi karena telah mendapatkan lokasi baru. Namun, mereka mengeluhkan kondisi pasar yang masih sepi pembeli setelah relokasi.


Menanggapi keluhan itu, Pramono meminta jajarannya membantu mempromosikan lokasi baru Pasar Subuh Kramatjati agar masyarakat mengetahui perpindahan tersebut dan kembali berbelanja di lokasi yang telah disediakan.


Madas Nusantara Dukung Penataan Jakarta


Ketua Umum Madas Nusantara KRH HM Jusuf Rizal mengatakan relokasi dilakukan sebagai bagian dari upaya pembinaan, perlindungan, dan peningkatan kesejahteraan anggota.


Menurut Jusuf, organisasinya mendukung program Pemprov DKI untuk menata Jakarta, tetapi penataan tersebut diharapkan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha pedagang yang telah puluhan tahun mencari nafkah di kawasan tersebut.


"Kami memberi apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Selain diberikan Lokbin yang menampung 120 pedagang ikan, sisanya diberikan lahan untuk tempat jadi Pasar Subuh di Kramatjati," ujar Jusuf.


Jusuf mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Timur dan Camat Kramatjati untuk merealisasikan penggunaan lahan tersebut sebagai lokasi baru Pasar Subuh.


Ia menyebut Pasar Subuh Kramatjati selama ini menjadi salah satu tempat kulakan bagi pedagang lain. Aktivitas perdagangan berlangsung pada malam hingga dini hari, dengan komoditas seperti ikan, daging, ayam, sayuran, dan kue.


Para pedagang biasanya mulai berjualan sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Setelah pukul 06.00 WIB, aktivitas perdagangan disebut telah berhenti dan lokasi dibersihkan.


Jusuf mengatakan Pemprov DKI memberikan waktu tiga minggu untuk menyiapkan lokasi baru bagi pedagang yang belum masuk ke Lokbin.


"Kami oleh Pak Gubernur Pramono diberikan waktu tiga minggu untuk menyiapkan lokasi baru Pasar Subuh agar pedagang lain bisa segera pindah dengan berjualan lebih nyaman dan aman," kata Jusuf.


Pedagang Akan Mendapat Pendampingan


Selain mendukung proses relokasi, Madas Nusantara menyatakan akan memberikan pendampingan kepada para pedagang.


Jusuf mengatakan pendampingan tersebut antara lain berupa pelatihan bagi pedagang, fasilitasi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta upaya mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Menurut dia, para pedagang yang direlokasi merupakan pekerja sektor informal dan anggota PUK Madas Nusantara-FSPTSI-KSPSI.


Madas Nusantara juga berencana berkoordinasi dengan Bank DKI dan BPJS Ketenagakerjaan agar program pembiayaan serta perlindungan sosial dapat disosialisasikan kepada para pedagang.


"Kami akan bersurat secara resmi kepada Gubernur DKI Jakarta agar dalam proses pengajuan KUR tidak dipersulit. Kita minta Bank DKI Jakarta dan BPJS Ketenagakerjaan juga bisa sosialisasi," ujar Jusuf.


Relokasi tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan penggunaan trotoar dan badan jalan, tetapi juga memberikan kepastian tempat usaha bagi ratusan pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas Pasar Subuh Kramatjati.


Penulis : Tedi Abbaz

Editor : Bayu Indrawan

TAGS :

Tags: Gubernur DKI Jakarta Jusuf Rizal Pasar Subuh Kramatjati Pemprov DKI Pramono Anung REGIONAL Relokasi PKL


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Andre Lado Soroti Jalan Rusak di Oepura Kupang, Warga Tiga RT Terkendala Aktivitas
    Andre Lado, S.H., warga Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Sabtu (01/08). Foto : Frans Ora/Maria Patricia Star News INDONESIA ,  Sabtu, (01 Agus...
  • 10 Cara Menjaga Bentuk Tubuh Tetap Proporsional dan Sehat
    Gaya Hidup Sehat untuk menjaga nentuk tubuh Proporsional tanpa diet ketat. Foto : Cheryil Apriani/Willy Rikardus Star News INDONESIA ,  Sabt...
  • Profil Jennifer Coppen dan Kisah Lengkap Perjalanan Hidupnya
    Aktris Cantik  Jennifer Coppen. Foto : Instagram Star News INDONESIA ,  Jumat, (11 Juli 2025).   JAKARTA  - Namanya mulai dikenal publik sej...
  • Latihan Gabungan PERKEMI NTT, Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Tekankan Kenshi Kuasai Teknik dan Disiplin
    Dojo LBH Surya NTT Perkuat Disiplin Kenshi melalui Latihan Gabungan, Jumat (04/09). Foto : Berto Da Costa/Regina Panjaitan Star News INDONES...
  • Proyek SDN 1 Najaten Garut Rp1,4 Miliar Jadi Sorotan, Pekerja Ungkap Soal Material
    Revitalisasi SDN 1 Najaten Garut Dibiayai APBN Rp1,4 Miliar, Pengadaan Material Diminta Transparan. [Foto : Dok. Redaksi] Star News INDONESI...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler