![]() |
| Lima bendungan baru diresmikan Presiden Prabowo, dukung irigasi, air baku, dan energi terbarukan, Jumat (10/07). Foto : M. Rahmat/Septian Maulana |
Star News INDONESIA, Jumat, (10 Juli 2026). JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur sumber daya air guna mendukung ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi terbarukan.
Dalam peresmian itu, Presiden menegaskan bahwa air merupakan fondasi kehidupan sekaligus elemen penting dalam menjaga ketahanan bangsa.
Menurutnya, pembangunan bendungan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Lima bendungan yang diresmikan hari ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan air dan ketahanan pangan nasional," ujar Presiden dalam sambutannya.
Adapun lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Keureuto di Provinsi Aceh dengan kapasitas tampung 215,94 juta meter kubik, Bendungan Rukoh di Aceh berkapasitas 128,65 juta meter kubik, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah berkapasitas 10,97 juta meter kubik, Bendungan Sidan di Bali berkapasitas 5,76 juta meter kubik, serta Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat yang memiliki kapasitas 9,91 juta meter kubik.
Pembangunan kelima bendungan tersebut menelan investasi sekitar Rp9,79 triliun. Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan layanan irigasi bagi sektor pertanian, menyediakan pasokan air baku bagi masyarakat, mengurangi risiko banjir, memperkuat ketahanan menghadapi kekeringan akibat perubahan iklim, serta mendukung pengembangan energi bersih di sejumlah wilayah.
Pemerintah menilai keberadaan bendungan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional, terutama di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim dan kebutuhan air yang terus bertambah.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, berdaulat, dan semakin sejahtera melalui penguatan ketahanan pangan, ketahanan air, serta pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Penulis : M. Rahmat
Editor : Septian Maulana

