![]() |
| Kapolri Listyo Sigit tinjau Riau, tekankan larangan buka lahan dengan cara membakar, Rabu (08/07). Foto : Sultan Hafidz/Bayu Indrawan |
Star News INDONESIA, Rabu, (08 Juli 2026). PEKANBARU - Kapolri Listyo Sigit Prabowo melaksanakan rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Riau, Rabu (8/7/2026), dengan agenda yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan nasional, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebelum memulai agenda utama, Kapolri bersilaturahmi dengan Abdul Somad sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan Polri dengan tokoh agama dan masyarakat.
Agenda dilanjutkan dengan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga berdialog dengan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut di Kabupaten Kampar. Kapolri meninjau kegiatan kesiapsiagaan penanggulangan karhutla sekaligus mengunjungi fasilitas produksi pupuk Futura Plus Presisi di PT Bursatani Futura Andyta Presisi.
Pada kesempatan tersebut, Kapolri melepas bantuan pupuk kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan Polri terhadap penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Kapolri menegaskan pentingnya kesiapan seluruh personel dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama dengan memastikan ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Selain kesiapan personel dan sarana, Kapolri juga meminta agar edukasi kepada masyarakat terus ditingkatkan guna mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang berpotensi memicu karhutla.
"Selain itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Regulasi dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mengenai tata kelola lahan sudah tersedia dan harus dipatuhi. Jangan sampai terjadi pembukaan lahan dengan cara membakar yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan," tegas Kapolri.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan karhutla, Kapolri menyerahkan bantuan berupa 50 unit portable breathing apparatus, dua unit Wontech Portable WiFi, 10 unit sepeda motor Kawasaki KLX 150 cc, satu unit ekskavator Hitachi 110F Tahun 2026, serta 20 unit mesin pompa air.
Kapolri berharap seluruh bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kesiapsiagaan personel di lapangan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Riau yang menjadi salah satu daerah rawan karhutla saat musim kemarau.
Penulis : Sultan Hafidz
Editor : Bayu Indrawan

