Bertemu Dirjen WIPO, Menkum Supratman Dorong Indonesia Jadi International Searching Authority
ⒽⓄⓂⒺ

Bertemu Dirjen WIPO, Menkum Supratman Dorong Indonesia Jadi International Searching Authority

Senin, Juli 06, 2026
WIPO Dukung Indonesia Perkuat Ekosistem KI, Senin (06/07). Foto : Eddie Lim/Meli Purba


Star News INDONESIA, Senin, (06 Juli 2026). JAKARTA - Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama dengan World Intellectual Property Organization (WIPO) guna mempercepat pembangunan ekosistem kekayaan intelektual (KI) nasional, peningkatan kualitas layanan, hingga memperluas peran Indonesia dalam sistem kekayaan intelektual global.


Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dan Direktur Jenderal WIPO Daren Tang di Markas Besar WIPO, Jenewa, Swiss, Senin (6/7).


Dalam pertemuan itu, Supratman mengapresiasi dukungan teknis WIPO yang selama ini membantu modernisasi sistem dan penguatan kapasitas kelembagaan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). 


Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong reformasi layanan publik di bidang kekayaan intelektual.


"Kami berterima kasih atas perhatian WIPO terhadap berbagai program penguatan sistem kekayaan intelektual di Indonesia, termasuk dukungannya terhadap program Pasti Ada Solusi yang kami jalankan untuk mewujudkan pelayanan publik yang semakin transparan dan akuntabel melalui reformasi birokrasi," kata Supratman.


Ia juga mengungkapkan Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk memperoleh status sebagai International Searching Authority (ISA), yakni lembaga yang berwenang melakukan pencarian paten internasional di bawah sistem Patent Cooperation Treaty (PCT). 


Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus membangun kesiapan dari sisi administrasi, regulasi, hingga operasional.


Selain itu, Supratman menegaskan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan tata kelola royalti global yang lebih adil melalui Proposal Indonesia yang sedang dibahas di WIPO. 


Pemerintah juga tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Hak Cipta yang baru dengan memasukkan sejumlah substansi dari proposal tersebut, termasuk pengaturan mengenai karya jurnalistik dan implikasi perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terhadap rezim hak cipta.


Dalam kesempatan itu, Supratman turut mengusulkan peningkatan kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia. 


Ia berharap WIPO membuka peluang lebih luas bagi pegawai DJKI yang memenuhi kualifikasi untuk bekerja di organisasi tersebut sehingga memperoleh pengalaman dalam administrasi kekayaan intelektual internasional.


"Kami berharap WIPO dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi SDM Indonesia untuk berkontribusi di lingkungan WIPO. Kehadiran perwakilan Indonesia di organisasi ini akan semakin memperkuat kerja sama kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kami," ujarnya.


Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal WIPO Daren Tang menegaskan organisasinya akan terus mendukung penguatan ekosistem kekayaan intelektual di Indonesia, termasuk pendampingan menuju status ISA melalui bantuan teknis, pelatihan, dan pengembangan kapasitas.


"Kami akan terus memberikan dukungan teknis, pelatihan, dan capacity building dalam proses Indonesia menuju International Searching Authority," kata Daren Tang.


Selain dukungan kelembagaan, WIPO juga akan meluncurkan tiga proyek kolaborasi di Indonesia pada tahun ini. 


Program tersebut meliputi pengembangan IP Enterprise bersama Japfa, proyek pelestarian sekaligus penguatan nilai ekonomi batik, serta pengembangan sektor animasi bekerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


Menurut Daren Tang, batik merupakan warisan budaya yang telah memperoleh pengakuan internasional dan memiliki potensi ekonomi besar sehingga layak menjadi salah satu fokus pengembangan berbasis kekayaan intelektual.


Ia juga memastikan WIPO akan terus membuka ruang bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar di lingkungan organisasi internasional tersebut. 


Selama masa kepemimpinannya, Daren Tang berkomitmen mendorong kehadiran lebih banyak perwakilan Indonesia di WIPO sebagai bagian dari penguatan kemitraan jangka panjang antara kedua pihak.


Penulis : Eddie Lim

Editor : Meli Purba

𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler