Nggua Ende, Nara Sekolah: Ketika Hardiknas Tidak Hanya Dirayakan, Tapi Dihidupkan
ⒽⓄⓂⒺ

Nggua Ende, Nara Sekolah: Ketika Hardiknas Tidak Hanya Dirayakan, Tapi Dihidupkan

Sabtu, Mei 02, 2026
Dra. Yohana Afra Babo Raki, Ketua LPS PK Ende. [Foto : Eben Domaking/Maria Patricia]


Star News INDONESIASabtu, (02 Mei 2026). ENDE - Kadang pendidikan terasa terlalu sibuk mengejar angka, sampai lupa wajah. Lupa suara. 


Lupa akar. Lalu datang momen seperti ini, dan kita diingatkan lagi: sekolah bukan cuma tempat menghafal, tapi tempat manusia belajar menjadi manusia.


Di Ende, Hardiknas kali ini tidak sekadar upacara yang selesai sebelum keringat kering. Ia berubah jadi ruang hidup. 


Anak-anak menari gawi bukan karena disuruh, tapi karena bangga. Gerak kaki mereka bukan sekadar koreografi, tapi bahasa yang menyimpan sejarah dan identitas.

Lomba nyanyi bukan soal siapa paling merdu, tapi siapa yang berani menyuarakan dirinya. Di tengah dunia yang sering menyuruh anak-anak diam dan “ikut saja”, keberanian tampil itu sudah kemenangan kecil yang layak dirayakan.


Lalu ada makanan daerah. Sederhana, katanya. Padahal di setiap rasa, ada cerita panjang tentang tanah, tentang ibu yang memasak, tentang tradisi yang bertahan diam-diam di dapur. Pendidikan macam ini tidak ada di buku paket, tapi justru paling membekas.


Fashion show pakaian daerah? Bukan soal gaya. Ini tentang mengingat bahwa sebelum kita kenal tren global, kita sudah punya identitas sendiri. Dan anehnya, seringkali yang lokal baru terasa keren setelah dilupakan dulu.


Kepemimpinan seperti yang dibawa Tote Bade Oda di sini terasa sederhana tapi penting: memberi ruang. 


Tidak semua harus diatur ketat. Kadang yang dibutuhkan anak-anak hanya panggung, kepercayaan, dan sedikit cahaya untuk bersinar.

Hardiknas di Ende ini seperti tamparan halus. Bahwa pendidikan tidak selalu harus rumit untuk jadi bermakna. 


Cukup jujur, dekat dengan budaya, dan berani memberi ruang pada anak-anak untuk tumbuh sebagai diri mereka sendiri.


Karena pada akhirnya, pendidikan yang baik bukan yang membuat anak jadi sama, tapi yang membuat mereka tetap jadi diri mereka, tanpa kehilangan arah.


Editor : Eben Domaking/Maria Patricia

𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler