![]() |
| Miho Nonaka, Ratu Bouldering Jepang yang Tetap Bersinar di Panggung Dunia. [Foto : Istimewa] |
Star News INDONESIA, Selasa, (27 Januari 2026). JAKARTA - Miho Nonaka terus menegaskan statusnya sebagai salah satu atlet panjat tebing terbaik dunia.
Memasuki tahun 2026, pemanjat asal Jepang kelahiran 21 Mei 1997 ini masih menunjukkan konsistensi luar biasa di berbagai kompetisi internasional, khususnya pada disiplin bouldering yang menjadi spesialisasinya.
Namanya kembali mencuri perhatian saat tampil di ajang IFSC Bouldering World Cup 2025 di Keqiao.
Dalam babak kualifikasi, Nonaka menunjukkan performa impresif dengan melakukan flash pada tiga jalur, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitas teknik, kekuatan, dan ketenangan mentalnya di bawah tekanan kompetisi tingkat dunia.
Miho Nonaka bukanlah sosok baru di jajaran elite panjat tebing internasional. Ia merupakan peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 pada nomor kombinasi putri, sekaligus juara umum Bouldering World Cup 2018.
Deretan prestasi tersebut menempatkannya sebagai salah satu atlet paling konsisten dalam satu dekade terakhir.
Keunggulan Nonaka terletak pada kekuatan tubuh bagian atas, jari, dan bahu, yang dipadukan dengan kemampuan membaca dan memecahkan masalah jalur boulder secara kreatif.
Gaya memanjatnya dikenal efisien namun eksplosif, membuatnya kerap unggul dalam situasi krusial saat atlet lain mengalami kesulitan.
Perjalanan karier Nonaka dimulai sejak usia sembilan tahun. Ia pertama kali mengenal panjat tebing melalui ayah dan saudara perempuannya, yang kemudian membawanya menekuni olahraga ini secara serius hingga level profesional.
Sejak saat itu, perkembangannya melesat cepat dan menjadikannya salah satu ikon panjat tebing Jepang.
Sebagai atlet papan atas, Miho Nonaka juga mendapat dukungan dari berbagai merek global, termasuk Red Bull dan Adidas Terrex.
Dukungan tersebut memperkuat posisinya tidak hanya sebagai atlet berprestasi, tetapi juga figur penting dalam popularisasi olahraga panjat tebing di kancah internasional.
Dengan performa yang masih stabil dan kompetitif hingga 2026, Miho Nonaka terus menjadi tolok ukur bagi generasi baru pemanjat tebing dunia, sekaligus simbol ketangguhan dan konsistensi atlet Jepang di arena global.
Penulis : Jufri Syamsudin
Editor : Septian Maulana

