![]() |
Tanda-Tanda Kedatangan Antikristus: Peringatan Keras dari Alkitab. Foto : University of Glasgow |
Star News INDONESIA, Jumat, (11 Juli 2025). JAKARTA - Dalam berbagai literatur keagamaan Kristen, munculnya sosok Antikristus menjelang akhir zaman telah menjadi pusat perhatian para teolog, rohaniwan, dan umat Kristen di seluruh dunia.
Fenomena ini bukan sekadar mitos apokaliptik, tetapi menjadi bagian integral dari eskatologi Kristen, terutama dalam surat-surat Yohanes dan kitab Wahyu.
Konsep Antikristus sendiri bukan hanya merujuk pada satu tokoh tunggal, melainkan bisa dimaknai sebagai suatu kekuatan atau roh jahat yang aktif menentang Kristus dan kebenaran-Nya.
Dalam 1 Yohanes 2:18, tertulis: “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir. Dan seperti kamu telah mendengar, seorang Antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak Antikristus...”—sebuah peringatan bahwa fenomena ini telah dan akan terus terjadi.
Teolog ternama dari Universitas Wheaton, Dr. Mark Noll, menyatakan bahwa “Antikristus bisa saja tampil dalam banyak bentuk: pemimpin politik, guru palsu, bahkan institusi yang menyimpang dari ajaran Kristus. Yang utama adalah sifatnya yang menyesatkan.”
Lebih mengejutkan lagi, beberapa pandangan dalam tradisi reformasi dan gereja mula-mula menyatakan bahwa Antikristus bisa muncul dari dalam gereja itu sendiri.
Bukan sebagai sosok asing, melainkan tokoh yang perlahan menodai kebenaran dengan doktrin palsu, menyesatkan jemaat lewat kuasa karismatik dan manipulasi spiritual.
Kitab Wahyu pasal 13 secara simbolik menyebut dua “binatang” sebagai representasi kekuatan jahat yang menyesatkan dunia, memberi tanda kepada manusia, dan mengklaim kuasa ilahi.
Dalam interpretasi futuristik, ini dianggap sebagai bentuk sistem pemerintahan global yang antitetis terhadap nilai-nilai Injil.
“Peningkatan kemurtadan, kedurhakaan moral, dan penyebaran ajaran-ajaran palsu di akhir zaman merupakan pertanda yang sangat nyata,” ungkap Pdt. Stanley D. Ellis, penulis buku “End Times: A Biblical Guide to the Last Days”.
Sementara itu, sejumlah kalangan menilai bahwa kedatangan Antikristus bukanlah sesuatu yang bisa diidentifikasi dengan wajah tunggal.
Di era modern, roh Antikristus dinilai sudah bekerja melalui teknologi yang disalahgunakan, penyembahan diri, kekuasaan politik absolut, serta pemutarbalikan makna iman di ruang publik.
Peringatan bagi umat Kristen sangat jelas: tetap waspada, menguji setiap pengajaran, dan berpegang teguh pada Alkitab.
Sebab menurut 2 Tesalonika 2:3-4, akan datang satu “manusia durhaka” yang meninggikan diri di atas segala yang disebut Allah, bahkan duduk di Bait Allah dan mengaku sebagai Allah.
Terlepas dari berbagai spekulasi dan teori konspirasi yang berkembang, pesan utamanya tetap sama: Antikristus adalah lawan sejati dari Kristus, dan panggilan bagi setiap orang percaya adalah tetap teguh dalam iman, tidak mudah digoyahkan oleh arus dunia.
Penulis : Deni Suprapto
Editor : Maria Patricia