RS Lapangan ICRC Rafah: Merawat 2.200 Pasien Luka Senjata dalam Sebulan
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • MUSIK
  • RELIGI
  • ZODIAK
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › INTERNASIONAL › IRC › Konflik Timur Tengah › Krisis Gaza › Perang Israel-Hamas › WHO

RS Lapangan ICRC Rafah: Merawat 2.200 Pasien Luka Senjata dalam Sebulan

Rabu, Juli 09, 2025

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Pusat bantuan Gaza menjadi target penembakan, medan pertaruhan mati dan hidup. Foto : Reuters


Star News INDONESIA, Rabu, (09 Juli 2025). JAKARTA - Berdasarkan ICRC, sejak peluncuran model distribusi baru di akhir Mei, RS lapangan di Rafah merawat lebih dari 2.200 pasien dengan luka tembak dan mencatat lebih dari 200 kematian dalam satu bulan. 


Kapasitas rumah sakit hanya 60 tempat tidur, namun terus dilebihi dalam tiap insiden massal.


Staf lokal dan internasional, termasuk 230 anggota tim, bekerja nonstop untuk menghadapi gelombang darurat. 


Mereka bahkan merawat pasien di ruangan terbuka karena ruang gawat penuh. Banyak luka yang ditangani termasuk amputasi, patah tulang terbuka, dan luka tembak berat.


Dokter mengungkap trauma mendalam pada pasien. Salah satu remaja korban penembakan saat antre makanan terus berjuang untuk tetap hidup. 


RS juga mengantisipasi krisis medis akibat kekurangan listrik dan bahan bakar untuk generator.


ICRC dan WHO memperingatkan tidak ada jaminan perbaikan: jika aliran bantuan terganggu, situasi medis bisa kolaps total.


Kurangnya peralatan vital seperti respirator dan fiksator eksternal memperburuk kemampuan operasi.


Krisis ini menegaskan kebutuhan jalur medis dan bantuan aman dari komunitas internasional—agar rumah sakit tidak terus menerima orang berjatuhan karena distribusi berjalan tak aman.


Penulis : Faizal Hamzah

Editor : Wiwid

TAGS :

Tags: INTERNASIONAL IRC Konflik Timur Tengah Krisis Gaza Perang Israel-Hamas WHO


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Lebih dari 60 Pengusaha Rental Mobil di Kupang Resmi Bentuk ASPREM NTT
    Puluhan Pengusaha deklarasikan pembentukan ASPREM NTT, sebagai wadah bersama Pengusaha Rental Mobil, Sabtu (03/10/2026). Foto : Dok. Redaksi...
  • Herry FF Battileo, SH.,MH., "Pengakuan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat"
    Star News INDONESIA ,  Selasa  (14 Desember 2021).  KOTA KUPANG  - Pada dasarnya kesatuan masyarakat hukum adat terbentuk berdasarkan tiga p...
  • Indonesia Tawarkan Impor 2 Juta Ton Gandum untuk Deal Tarif dengan AS
    Indonesia Siap Beli Gandum AS Rp 8 Triliun, Indofood Ambil Peran di Diplomasi Ekonomi RI-AS. Foto : Litha Andayani/Maria Patricia Star News ...
  • Pihak BRI Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Laporan Kasus Penipuan
    Kuasa Hukum Yessi Irmadani desak Polisi tetapkan Tersangka kasus penipuan . [Foto : Anhar Rosal/Regina Panjaitan/Ilustrasi Bank BRI] Star Ne...
  • Ryan Garcia Kembali Bangkit Dengan Kemenangan TKO Atas Oscar Duarte
    Duel Rian Garcia vs Oscar Duarte, Minggu, (03/12/2023). Star News INDONESIA ,  Minggu, (03 Desember 2023).  JAKARTA  - Meski jauh dari sempu...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler