Negosiasi Perdamaian Gaza Gagal! Hamas Hadapi Ancaman Serius dari Israel
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • MUSIK
  • RELIGI
  • ZODIAK
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Benjamin Netanyahu › INTERNASIONAL › Konflik Timur Tengah › Perang Israel-Hamas › Perdamaian Gaza › PM Israel

Negosiasi Perdamaian Gaza Gagal! Hamas Hadapi Ancaman Serius dari Israel

Sabtu, Juli 12, 2025

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Netanyahu tegaskan Hamas Harus Dibubarkan atau Dihancurkan, IDF siapkan Operasi Besar di Gaza. (Foto : Reuters)


Star News INDONESIA, Sabtu, (12 Juli 2025). JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan sikap tegas terhadap Hamas: “Jika tidak bubar secara sukarela, kami akan menghancurkannya” — sambil menyiapkan strategi militer menyeluruh di Gaza. 


Pernyataan ini muncul di tengah negosiasi gencatan senjata 60 hari yang tengah berlangsung dengan Doha, AS, dan Qatar menjadi mediator utama.


Syarat Ceasefire: Demiliterisasi Mutlak


Netanyahu menegaskan satu syarat tak tergoyahkan: Hamas harus menyerahkan sepenuhnya dan melucuti senjatanya sebelum pencapaian gencatan permanen bisa dibicarakan.


Ancaman Operasi Militer “Kekuatan Penuh”


Dalam beberapa bulan terakhir, strategi militer Israel berlanjut intensif. Pada Mei 2025, diluncurkan "Operation Gideon's Chariots" untuk mengambil kendali hingga 75 % wilayah Gaza dan melumpuhkan kepemimpinan Hamas, termasuk pembentukan “Morag Corridor” guna menekan negosiasi sandera.


Rencana “Humanitarian City” dan Penolakan IDF


Sebuah rencana relokasi besar-besaran warga Gaza ke zona terpusat di Rafah dikemukakan sebagai bagian dari strategi Israel. 


Namun, gagasan ini dikritik oleh Panglima Militer dan tentara cadangan IDF sebagai potensi pelanggaran hukum hak asasi.


Tekanan Diplomatik dan Hubungan AS


Negosiasi terus bergulir di Doha. Netanyahu yang kini berada di Washington menyampaikan, jika Hamas tak menyetujui syarat militeritas dan kontrol Israel, militer akan bertindak lebih agresif. 


Pihak AS, termasuk pimpinan delegasi, mendukung posisi ini, menolak mundurnya pasukan Israel secara penuh.


Dilema Kemanusiaan dan Realitas Lapangan


Konflik sejak Oktober 2023 telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina dan menimbulkan kehancuran besar di Gaza. 


Serangan udara bulan Maret menimbulkan kecaman internasional. Sementara situasi gencatan senjata menjadi semakin rumit karena kekhawatiran tentang stabilitas jangka panjang dan keamanan Israel.


Netanyahu menempatkan tekanan keras pada Hamas melalui dua pendekatan: diplomatik melalui syarat demiliterisasi untuk gencatan, dan militer melalui strategi agresif di Gaza. 


IDF memainkan peran sentral, namun terdapat ketegangan internal soal aspek kemanusiaan dari operasi militer. Proses diplomasi tetap terbuka—namun jembatan untuk kompromi masih bergantung pada Hamas.


Penulis : Eddie Lim

Editor : Meli Purba

TAGS :

Tags: Benjamin Netanyahu INTERNASIONAL Konflik Timur Tengah Perang Israel-Hamas Perdamaian Gaza PM Israel


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Herry FF Battileo, SH.,MH., "Pengakuan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat"
    Star News INDONESIA ,  Selasa  (14 Desember 2021).  KOTA KUPANG  - Pada dasarnya kesatuan masyarakat hukum adat terbentuk berdasarkan tiga p...
  • Lebih dari 60 Pengusaha Rental Mobil di Kupang Resmi Bentuk ASPREM NTT
    Puluhan Pengusaha deklarasikan pembentukan ASPREM NTT, sebagai wadah bersama Pengusaha Rental Mobil, Sabtu (03/10/2026). Foto : Dok. Redaksi...
  • Indonesia Tawarkan Impor 2 Juta Ton Gandum untuk Deal Tarif dengan AS
    Indonesia Siap Beli Gandum AS Rp 8 Triliun, Indofood Ambil Peran di Diplomasi Ekonomi RI-AS. Foto : Litha Andayani/Maria Patricia Star News ...
  • Pihak BRI Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Laporan Kasus Penipuan
    Kuasa Hukum Yessi Irmadani desak Polisi tetapkan Tersangka kasus penipuan . [Foto : Anhar Rosal/Regina Panjaitan/Ilustrasi Bank BRI] Star Ne...
  • Ryan Garcia Kembali Bangkit Dengan Kemenangan TKO Atas Oscar Duarte
    Duel Rian Garcia vs Oscar Duarte, Minggu, (03/12/2023). Star News INDONESIA ,  Minggu, (03 Desember 2023).  JAKARTA  - Meski jauh dari sempu...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler