Kisah Jurnalis Kazakhstan Anastasiya Novikova, Kematiannya Penuh Misteri
ⒽⓄⓂⒺ

Kisah Jurnalis Kazakhstan Anastasiya Novikova, Kematiannya Penuh Misteri

Jumat, Juli 11, 2025

Anastasiya Georgievna Novikova bersama bayi perempuannya (Luiza). Foto : Deni Suprapto/Maria Patricia


Star News INDONESIAJumat, (11 Juli 2025). JAKARTA - Pada 19 Juni 2004, Anastasiya Georgievna Novikova (23), penyiar NTK TV asal Kazakhstan, ditemukan tewas setelah jatuh dari gedung apartemen di Beirut. 


Peristiwa ini menimbulkan gelombang pertanyaan dan keterkaitan dengan tokoh politik berpengaruh, Rakhat Aliyev, mantan diplomat dan mantu Presiden Nazarbayev.


Lahir di Tashkent (Uzbekistan) pada 22 November 1980, Novikova pindah ke Kazakhstan dan naik daun sebagai pembawa acara di Kanal NTK—yang saat itu dikaitkan erat dengan Aliyev. 


Pada 2002, ia mengikuti Aliyev ke Wina ketika ia diangkat duta besar. Beberapa saksi menyebut mereka menjalin hubungan romantis, bahkan Novikova disebut sempat mengandung anak Aliyev.


Ada skenario gelap: Novikova disebut dipaksa menikah dengan sepupu Aliyev dan dipindahkan ke Beirut untuk melahirkan si bayi. 


Namun hidupnya tak lama — ia tewas setelah terjatuh dari ketinggian 9 lantai pada Juni 2004.


Jenazahnya tidak diberitahu kepada publik hingga 2007, lalu dikubur secara diam-diam di Kazakhstan dengan keterlibatan pihak yang juga terlibat dalam kasus pembunuhan banker Nurbank — kasus di mana Aliyev divonis. 


Sepupu Novikova, Daniyar Esten, yang disebut sebagai suami resmi, tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Wina pada 2005.


Tak ada yang resmi diadili terkait kematian Novikova; keberadaan dan status penyakit anaknya pun tetap misteri. 


Mendukungnya, organisasi “Justice for Novikova” yang didirikan oleh keluarga korban banker Nurbank terus mendesak penyelidikan keadyan yang utuh.


Di London, terjadi vigil simbolis pada 2014 dan protes di pengadilan Wina, meski kemudian terungkap sebagai event yang diorganisir tanpa keterlibatan komunitas lokal asli, melainkan oleh agency PR komersial. 


BBC dan The Independent menyebut aksi ini sebagai “faked protest”, menyoroti isu politisasi kasusnya.


Para otoritas Kazakhstan dan Lebanon sampai saat ini belum mengungkap siapa di balik tragedi ini. 


Dugaan keterlibatan Aliyev—yang wafat di sel penjara Austria pada 2021—menjadi sorotan utama. 


Faktanya, modus yang dipakai saat kematian Novikova (pemotongan rambut paksa) serupa dengan korban banker Nurbank lainnya, meningkatkan teori konspirasi.


Mengapa Kasus Ini Masih Relevan?


* Kebebasan pers di Central Asia – Kematian Novikova memunculkan pertanyaan tentang keselamatan jurnalis di negara-negara dengan otoritarianisme tinggi.

* Konflik kepentingan politik – Kasus ini menyoroti hubungan antara media, kekuasaan, dan penyalahgunaan kuasa di Kazakhstan.

* Upaya keadilan internasional – Kampanye “Justice for Novikova” menunjukkan bagaimana warga sipil dan diaspora berupaya menjaga jejak keadilan di luar batas negara.


Kematian Anastasiya Novikova tetap menjadi jeratan misteri politik post-Soviet. Bagi para pendukung kebebasan pers dan hak asasi manusia, kasus ini tidak hanya tentang satu nyawa yang hilang, melainkan simbol tekanan sistematik terhadap jurnalistik independen. 


Meski waktu terus berjalan, kebenaran di balik peristiwa tragis ini masih menanti untuk diungkap secara tuntas.


Penulis : Deni Suprapto

Editor : Maria Patricia

𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler