![]() |
Prof. Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd., istri dari Sertu Bertoni yang Jadi Guru Besar di UIN Bukittinggi. Foto : M. Rahmat/Burhanudin Iskandar |
Star News INDONESIA, Kamis, (24 Juli 2025). BUKITTINGGI - Semangat juang tak hanya ditunjukkan oleh para prajurit TNI, tetapi juga tumbuh kuat dalam diri keluarga mereka.
Salah satu kisah membanggakan datang dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Prof. Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd., istri dari Sertu Bertoni yang bertugas sebagai Babinsa di Ampek Angkek Candung, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) dalam bidang Teknologi Pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Rabu (23/7).
Pencapaian akademik tertinggi ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi, semangat, dan dukungan keluarga mampu mengantarkan seorang istri prajurit ke puncak prestasi. Di tengah perannya sebagai dosen, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0304/Agam, dan ibu dari dua anak, Prof. Zulfani tetap konsisten menjalani perjalanan panjang dunia akademik.
Lahir di Koto Panjang pada 23 September 1981, Prof. Zulfani menapaki pendidikan dari SD hingga SMA di Sumatera Barat sebelum diterima di Universitas Negeri Padang melalui jalur prestasi. Gelar sarjana, magister, hingga doktor berhasil diraihnya lewat beasiswa, dengan puncaknya adalah perolehan gelar Doktor di Universitas Negeri Jakarta pada 2013.
Aktif menulis dan meneliti, Prof. Zulfani telah menerbitkan sejumlah buku penting, termasuk “Model Evaluasi Program Pembelajaran” dan “Perencanaan Pembelajaran: Kurikulum Merdeka”. Ia juga berkontribusi dalam pengembangan teknologi pendidikan berbasis Augmented Reality serta kajian pembelajaran daring selama pandemi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian istri prajurit tersebut.
“Keluarga adalah benteng moral dan sumber semangat bagi setiap prajurit TNI. Pencapaian Prof. Zulfani membuktikan bahwa keluarga prajurit juga bisa memberikan kontribusi luar biasa dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang pendidikan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (23/7).
Kapuspen TNI juga menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk keluarga prajurit.
“Kisah ini adalah teladan. TNI bangga terhadap peran istri prajurit yang berprestasi dan berdampak nyata bagi masyarakat. Semoga ini menjadi pemicu semangat bagi keluarga besar TNI di seluruh penjuru tanah air,” tambahnya.
Pencapaian Prof. Zulfani menjadi bukti bahwa peran istri prajurit tidak hanya sebatas mendukung dari belakang, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak perubahan positif, khususnya dalam dunia pendidikan dan pembangunan intelektual bangsa.
Penulis : M. Rahmat
Editor : Burhanudin Iskandar