![]() |
| Krisis Gaza semakin parah, nampak tank-tank militer Israel di tengah kerumunan warga palestina. Foto : Reuters |
Star News INDONESIA, Rabu, (09 Juli 2025). JAKARTA - Menurut Kemenkes Gaza, lebih dari 1.580 tenaga medis, termasuk dokter, perawat, dan bidan, telah tewas sejak konflik dimulai pada Oktober 2023.
Korban terbaru adalah Dr. Marwan al‑Sultan, ahli jantung dan direktur rumah sakit Indonesia di Gaza.
Sebanyak 5 ambulans dan 15 petugas Red Crescent juga terbunuh selama upaya evakuasi korban Rafah, mendorong kerentanan operasional layanan medis.
Infrastruktur rumah sakit rusak, generator terbatas, membuat layanan bekerja dalam kondisi ekstrem.
WHO menyebut wabah COVID tidak separah krisis pasokan medis ini. Rumah sakit sekarang jadi zona konflik; ambulans ditarget, staf menghadapi tembakan.
Lahirnya lapangan operasional hanya di koridor karena infrastruktur utama hancur total.
Korban medis menyebabkan kekosongan pengalaman klinis dan menurunkan layanan kritis seperti persalinan dan penyakit kronis.
WHO dan organisasi lain menyoroti pentingnya perlindungan hukum tenaga medis di zona konflik serta investigasi pelanggaran hukum humaniter internasional.
Kondisi memaksa pemimpin dunia mengutuk aksi militer yang menempatkan tenaga medis sebagai target, serta memperjuangkan akses perlindungan dan bantuan medis aman di Gaza.
Penulis : Ilham Hamid
Editor : Septian Maulana

