Gaza Menyala! Serangan Terbaru Israel Paling Mematikan Sejak Oktober
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • SELEBRITI
  • ZODIAK
  • FILM
  • MUSIK
  • RELIGI
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › INTERNASIONAL › Konflik Timur Tengah › Krisis Gaza › Perang Israel-Hamas › Serangan Mematikan di Gaza

Gaza Menyala! Serangan Terbaru Israel Paling Mematikan Sejak Oktober

Jumat, Juli 04, 2025

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Israel Bom Gaza 48 Jam Non‑Stop ketika Delegasi Damai Meluncur ke Washington. Foto : Al Jazeera


Star News INDONESIA, Jumat, (04 Juli 2025). JAKARTA - Dentuman bom masih menggema di langit Gaza, dalam dua hari terakhir, sedikitnya 300 warga Palestina tewas, membuat pekan ini tercatat sebagai salah satu periode paling mematikan sejak perang pecah kembali pada Oktober 2023.


Laporan Al Jazeera menyebut 118 kematian terjadi hanya dalam 24 jam terakhir, termasuk 33 orang yang sedang mengantre bantuan pangan di pusat distribusi. 


Rumah sakit darurat kewalahan, sementara keluarga korban menggali puing–puing dengan tangan kosong demi menemukan kerabat mereka yang tertimbun. 


Di antara para korban terdapat Dr Marwan al‑Sultan, direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, yang tewas bersama istrinya dan lima anaknya ketika sebuah rudal menghantam kawasan permukiman padat pada Kamis dini hari. Pejabat kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 90 korban jiwa tercatat hanya dalam semalam. 


Sementara itu, laporan Reuters menambahkan 59 korban tewas lain pada Kamis, 17 di antaranya pelajar yang berlindung di sebuah sekolah, dan 20 lainnya tewas dekat lokasi distribusi bantuan. Kementerian Kesehatan Gaza menilai pola serangan “semakin menargetkan titik pengungsian yang sudah sesak.”


Ironisnya, lonjakan serangan ini berlangsung bersamaan dengan upaya baru gencatan senjata 60 hari yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, lengkap dengan skema penukaran sandera tawanan. Delegasi Israel dijadwalkan bertemu pejabat Gedung Putih akhir pekan, sedangkan kabinet keamanan Israel menggelar sidang darurat membahas “opsi eskalasi lanjutan” bila negosiasi mandek. 


Di pihak lain, Hamas menyatakan hanya akan menandatangani kesepakatan jika ada “jaminan permanen” penghentian perang, penarikan pasukan Israel, dan arus bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. Faksi politik Hamas di luar Gaza cenderung mendukung jeda perang; namun sayap yang bertahan di lapangan menyebut “perlawanan total” tetap opsi utama sampai blokade diangkat sepenuhnya. 


Pengamat Timur Tengah menilai Israel “meningkatkan tekanan lewat kekuatan api” agar memasuki ruang negosiasi dengan posisi tawar maksimal. “Ini pola klasik: bom dulu, berunding kemudian,” kata seorang analis di Jerusalem, dikutip The Guardian 


Potret krisis juga kian buram akibat kontroversi Gaza Humanitarian Foundation (GHF) —lembaga swasta yang didukung AS‑Israel. Serangan ke antrian GHF menewaskan puluhan warga kelaparan; NGO internasional menuduh Israel “memakai makanan sebagai umpan” dan menuntut penutupan GHF. 


PBB, Uni Eropa, dan lebih dari 130 organisasi kemanusiaan menuntut investigasi menyeluruh atas serangan ke fasilitas sipil dan pengungsi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada indikasi penyelidikan independen diterima kedua belah pihak. 


Dengan korban terus berjatuhan dan diplomasi terjebak dalam retorika, Gaza memasuki malam lain tanpa kepastian: di satu sisi negosiator berbicara tentang “peta jalan damai”, di sisi lain warganya masih memunguti serpihan beton bercampur darah. Dunia pun menunggu—apakah bom akan berhenti berbicara lebih keras daripada diplomasi. 


Penulis : Tito Ibrahim

Editor : Fajar Ali

TAGS :

Tags: INTERNASIONAL Konflik Timur Tengah Krisis Gaza Perang Israel-Hamas Serangan Mematikan di Gaza


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Ayah di Kupang Laporkan Dugaan Persetubuhan Anak, Terlapor Disebut Tetangga Korban
    Advokat Rusydi Saleh Maga, S.H., (kiri) dan Alexander Peter E. Mahing, S.H., selaku kuasa hukum korban. Foto : Frans Ora/Bayu Indrawan  Star...
  • Skandal Perselingkuhan Kepala Sekolah SMK Mekarmukti Garut, Istri Bongkar Hubungan Terlarang dengan Staf Tata Usaha
    Kepala Sekolah SMK Mekarmurti Garut dan Selingkuhannya. Foto :  Cheryil Apriani/Maria Patricia (Selasa, 11/02/2025). Star News INDONESIA ,  ...
  • Inilah Kisah Perjalanan Karir Axl Rose Hingga Pernikahan dengan Sosok Istrinya
    Axl Rose dan Mantan Istrinya Erin Everly   (1990 – 1991) Star News INDONESIA,  Kamis, (18 Juli 2024).  JAKARTA  - Bintang di balik band rock...
  • Berapa Kasta dalam Sepakbola Inggris? Ini Penjelasan Lengkapnya!
    Berapa Kasta dalam Sepak Bola Inggris? Ini Penjelasan Struktur Kompetisinya dari Atas hingga Bawah. Foto : SPOTRS Star News INDONESIA ,  Rab...
  • Hari Anak Nasional 2026: Eben Domaking Ajak Semua Pihak Wujudkan Anak Hebat, Indonesia Kuat
    Oleh: Eben Domaking, Ketua PWMOI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Star News INDONESIA , Kamis, (23 Juli 2026). KOTA KUPANG - Hari Anak Na...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler