Dr. Marwan al-Sultan Dibunuh, Tapi Yang Mati Sebenarnya Kita Semua
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • ZODIAK
  • MUSIK
  • RELIGI
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Direktur RS Indonesia Gaza › Dr. Marwan al‑Sultan › INTERNASIONAL › Konflik Timur Tengah › Krisis Gaza › NASIONAL › Perang Israel-Hamas

Dr. Marwan al-Sultan Dibunuh, Tapi Yang Mati Sebenarnya Kita Semua

Jumat, Juli 04, 2025

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Gaza Tak Butuh Lagi Gencatan Senjata. Gaza Butuh Dunia yang Tidak Mati Rasa. Foto : Reuters


Star News INDONESIA, Jumat, (04 Juli 2025). JAKARTA - “Dokter sudah mati. Rumah sakitnya ikut mati. Tapi yang paling mati adalah kita semua.”


Begitu kata seorang perawat di Gaza, yang tidak sempat menangis karena mayat terlalu banyak dan waktu terlalu sedikit. Namanya tidak penting. Bahkan Gaza sudah terlalu penuh nama yang tidak sempat dikenang.


Dan malam itu, nama Dr. Marwan al-Sultan pun bergabung dalam daftar panjang orang baik yang mati karena dunia terlalu sopan untuk marah.


Ia bukan politisi. Ia bukan pemimpin perang. Ia tidak punya pangkat. Ia hanya seorang dokter jantung—tapi ironisnya, dunia yang berhenti punya hati membuatnya jadi sasaran rudal.


Israel bilang mereka memburu militan. Tapi rudal mereka memburu rumah. Memburu keluarga. Memburu kamar tidur. Memburu kehidupan. 


Dan kali ini, rudal itu sampai ke rumah seorang dokter. Menemukan istrinya. Menemukan lima anaknya. Dan membakar seluruh cerita yang belum sempat mereka hidupkan.


Sementara itu di Washington, para pejabat duduk tegak, berdasi. Membicarakan gencatan senjata seperti sedang memilih menu makan siang. 


Mereka bicara tentang stabilitas, sementara Gaza bicara dengan puing dan darah.


Kita semua penonton.

Menatap layar. Membaca berita. Membagikan unggahan. Lalu kembali makan. Gaza meledak — kita scroll.


Kita bilang kita peduli, tapi tak satu pun dari kita yang mengguncang meja kekuasaan dan bertanya:

“Berapa lagi yang harus dibunuh sebelum Anda berhenti menyebut ini 'hak membela diri'?”


Dr. Marwan telah tiada. Rumah Sakit Indonesia di Gaza—yang pernah dibanggakan negeri ini—jadi saksi kehancuran. Tapi siapa yang bicara keras soal itu? Siapa yang berani mengutuk? Siapa yang melempar sepatu ke layar PBB dan berkata: “Ini gila!”


Kita takut dianggap berlebihan. Kita takut kehilangan nuansa. Tapi Gaza tidak diberi hak untuk bernuansa. Di sana, hidup dan mati hanya dibedakan oleh jam berikutnya.


Ini bukan soal Palestina. Ini bukan soal Yahudi atau Muslim. Ini soal siapa yang masih bisa merasa.


Dan jika hari ini, setelah seorang dokter, istrinya, dan lima anaknya dimakamkan dalam satu lubang karena kita terlalu sibuk memediasi konflik, maka kita semua patut digugat — bukan oleh sejarah, tapi oleh anak-anak yang tidak sempat tumbuh.


Gaza tidak butuh belas kasihan. Gaza tidak butuh resolusi PBB ke-berapa pun. Gaza butuh keberanian kita—untuk berhenti bicara manis saat kematian sudah terasa asin.


Penulis : Tito Ibrahim

Editor : Burhanudin Iskandar


TAGS :

Tags: Direktur RS Indonesia Gaza Dr. Marwan al‑Sultan INTERNASIONAL Konflik Timur Tengah Krisis Gaza NASIONAL Perang Israel-Hamas


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • 10 Cara Menjaga Bentuk Tubuh Tetap Proporsional dan Sehat
    Gaya Hidup Sehat untuk menjaga nentuk tubuh Proporsional tanpa diet ketat. Foto : Cheryil Apriani/Willy Rikardus Star News INDONESIA ,  Sabt...
  • Zona del Silencio di Meksiko Fakta Atau Hanya Kebohongan Belaka?
    Zona of Silence di Meksiko Star News INDONESIA,  Sabtu, (09 Desember 2023).  JAKARTA  - Zona of Silence adalah sebuah tempat di Meks...
  • Profil Jennifer Coppen dan Kisah Lengkap Perjalanan Hidupnya
    Aktris Cantik  Jennifer Coppen. Foto : Instagram Star News INDONESIA ,  Jumat, (11 Juli 2025).   JAKARTA  - Namanya mulai dikenal publik sej...
  • Jejak Awal Tulisan: Sejarah Penemuan Sistem Penulisan Pertama
    Bentuk tulisan tertua adalah aksara paku, yang dikembangkan oleh bangsa Sumeria dan digunakan oleh berbagai orang di Timur Tengah kuno. Foto...
  • Sejarah Mesin Ketik: Dari Inovasi Awal hingga Digitalisasi
      Star News INDONESIA,  Senin, (26 Agustus 2024).  JAKARTA  - Mesin ketik, salah satu penemuan revolusioner di bidang teknologi, memiliki se...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler