Mahasiswa Tuntut Tetapkan Wakil Bupati AAU Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Stunting Madina
ⒽⓄⓂⒺ

Mahasiswa Tuntut Tetapkan Wakil Bupati AAU Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Stunting Madina

Selasa, Februari 04, 2025

Star News INDONESIASelasa, (04 Februari 2025). MEDAN - Gelombang tuntutan penuntasan kasus penanganan dana stunting di Madina kembali dilakukan Mahasiswa Madina, kali ini dilakukan di Kejatisu pada hari ini tanggal 4 Januari 2025, Tuntutan ini disampaikan oleh Aktifis Mahasiswa dari Kelompok Cipayung plus dan beberapa organisai kepemudaan Madina, yang terdiri dari HMI, GMNI SEMMI, GEMPSU, GEJAM Mandailing Natal.


Mahasiswa menilai bahwa dana stunting seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak. 


Namun mereka menduga anggaran dana stunting tahun 2022, 2023 dan 2024 di korupsi oleh tim penanganan stunting Madina yang dikomandoi langsung oleh Wakil Bupati Atika Azmi utammi Nasution. 


Mahasiswa minta kejaksaan tinggi Sumatera Utara untuk mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam dugaan kasus Korupsi anggaran Stunting, 


"Kejatisu juga semestinya meminta pertanggung jawaban Bupati Madina H. M. Jakfar Sukhairi Nasution selaku kepala daerah yang harus bertanggung jawaban atas kisruh dan kebobrokan pengelolaan dana stunting ini. Untuk selanjutnya kami meminta Kejatisu segera menetapkan tersangka bagi siapapun yang terlibat termasuk Bupati dan Wakil Bupati Madina," Tutur Rajab ketua DPC GMNI Madina.


Mahasiswa juga melihat di pemberitaan bahwa beberapa orang telah diperiksa oleh kejaksaan tinggi Sumatera baik itu ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Atika Azmi utammi dan Elfi Maryani, kepala Dinas PPKB Madina dan sebagai Sekretaris Penanggulangan Stunting begitu juga Sarjan tim panitia.


Tetapi yang membuat aneh sampai saat ini kejaksaan tinggi Sumatera belum bisa menuntaskan kasus dugaan korupsi ini, apakah ada kongkalikong yang dilakukan oleh kejatisu dengan wakil bupati Madina sehingga kasus ini terkesan mandek dan tidak ada kejelasan 


Lambannya proses yang dilakukan oleh kejaksaan tinggi Sumatera Utara, menimbulkan dugaan ada upaya untuk melindungi pelaku korupsi dalam kasus ini, Oleh karena itu, mahasiswa akan mengawal kasus ini dan akan menyurati Kejaksaan Agung untuk meminta pengawasan khusus terhadap penanganan kasus stunting Madina tahun 2022, 2023 dan 2024 apabila tidak ada tanggapan kami akan terus suarakan baik itu dengan menggelar aksi di Kejatisu dan Kejagung RI tutur Sonjaya Rangkuti ketua umum HMI Cabang Madina.



Penulis : Magrifatulloh

Editor : Fajar Ali

🅵🅾🆃🅾 🆃🅴🆁🅱🅰🆁🆄 :

Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler