Serangan Israel Terhadap Gaza Peningkat Selama 24 Jam Terakhir, PBB Laporkan 249 Orang Palestina Tewas
ⒽⓄⓂⒺ

Serangan Israel Terhadap Gaza Peningkat Selama 24 Jam Terakhir, PBB Laporkan 249 Orang Palestina Tewas

Selasa, Januari 09, 2024
Pengungsi Palestina, yang meninggalkan rumah mereka karena serangan Israel, berlindung di tenda darurat di Rafah di Jalur Gaza selatan. Foto: Ibrahim Abu Mustafa/Reuters


Star News INDONESIA, Selasa, (09 Januari 2024). JAKARTA - Serangan Israel terhadap Gaza meningkat selama 24 jam terakhir, menurut laporan terbaru Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), dengan 249 warga Palestina tewas dan 510 lainnya terluka, menurut angka dari kementerian kesehatan wilayah tersebut.


Dikatakan bahwa serangan Israel di Gaza tengah dan di Khan Younis di selatan mempunyai dampak yang sangat buruk, dengan “korban yang meningkat pesat” dan “konsekuensi yang menghancurkan bagi puluhan ribu warga sipil” yang banyak di antara mereka telah mengungsi setelah melarikan diri dari pertempuran di wilayah utara. Gaza.


Serangan Israel yang paling mematikan pada hari Senin termasuk serangan terhadap rumah-rumah penduduk di Deir al-Balah, yang dilaporkan menewaskan 10 orang dan puluhan lainnya luka-luka, dan serangan terhadap sekolah persiapan UNRWA di al-Maghazi, tempat para pengungsi berlindung dan sejumlah orang yang tidak diketahui jumlahnya berada di sana. terbunuh.


Laporan tersebut juga mengatakan bahwa pihak berwenang Israel menolak izin kepada OCHA dan Organisasi Kesehatan Dunia untuk mengirimkan pasokan medis yang mendesak. Itu berkata:


Misalnya, pada tanggal 8 Januari, rencana misi OCHA dan WHO untuk mengirimkan pasokan medis mendesak ke Central Drug Store di Kota Gaza dan rumah sakit al-Awda di Jabalia, serta rencana misi untuk mengirimkan bahan bakar penting ke fasilitas air dan sanitasi di Kota Gaza dan wilayah utara, telah ditolak oleh otoritas Israel.


Hal ini menandai penolakan misi yang kelima terhadap rumah sakit al-Awda di Jabalia dan Central Drug Store di Kota Gaza sejak 26 Desember, menyebabkan lima rumah sakit di Gaza utara tidak memiliki akses terhadap pasokan dan peralatan medis yang dapat menyelamatkan jiwa.


Penulis : Dwi

Editor : Fajar


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler