Andre Lado: "Wartawan MOI yang Wawancarai Masri Ndoen Adalah Pemegang Sertifikat Kompentensi Jurnalis."
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • ZODIAK
  • MUSIK
  • RELIGI
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › DPW MOI NTT › HUKRIM › Masri Ndoen › Plh. Kapus Batakte › Puskemas Batakte › REGIONAL

Andre Lado: "Wartawan MOI yang Wawancarai Masri Ndoen Adalah Pemegang Sertifikat Kompentensi Jurnalis."

Senin, Juni 13, 2022

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :


Star News INDONESIA, Senin (13 Juni 2022). KOTA KUPANG - Persoalan antara Dewan Pimpinan Wilayah Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Masri W.M. Ndoen, SST, M.Kes, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Puskesmas Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang kian memanas dan sedang menjadi isu hangat saat ini,

Seperti diketahui bahwa sebelumnya DPW MOI Provinsi NTT telah melakukan somasi kepada Masri Ndoen sebagai langkah hukum awal dari organisasi pers raksasa yang berkedudukan di Jakarta tersebut.


Masri diduga telah dengan sengaja melecehkan MOI dengan menyebut bahwa "Lisensi MOI ditolak di dewan pers" dan "MOI adalah organisasi yang tidak diakui oleh pers." setelah sebelumnya dia memaksa wartawan MOI memberitahukan kepadanya siapa narasumber yang menurut dugaannya telah membocorkan teknis perlakuan Vaksin Pfizer kepada wartawan. 


Sehingga dirinya menolak diwawancarai hingga narasumber yang dia maksud dibawah kepadanya. Masih menurut Masri saat itu bahwa wartawan tidak mungkin paham dengan hal teknis tentang Vaksin Pfizer sehingga dia berasumsi ada pihak internal yang membeberkan hal itu.


Hal ini terungkap dalam bukti rekaman wawancara Masri yang terdengar terus berkelit dan ngotot tak ingin diwawancarai. Bukan hanya sampai disitu saja, Masri juga meminta agar wartawan membawa legalitas/badan hukum dari MOI dan menunjukkan kepadanya.


Salah satu petinggi pers MOI di NTT, Andre Lado, SH., selaku Sekretaris DPW MOI Provinsi NTT ketika dimintai tanggapannya soal apa yang dilakukan Masri Ndoen terhadap anggota MOI tersebut mengatakan bahwa,


"Wartawan yang melakukan wawancara kepada Plh. Kepala Puskesmas Batakte itu adalah pemegang Sertifikat Kompentensi Jurnalis dari MOI Institute. MOI Institute sendiri saat ini merupakan bidang yang bertanggungjawab untuk memberikan Diklat terhadap semua wartawan Media-Media didalam MOI dan kita di NTT telah menerapkannya sejak Tahun 2020 lalu dan sekarang sementara berproses menjadi sekolah jurnalis MOI di Indonesia." Ungkap Andre ketika dikonfimasi tim media, Pada Minggu, (13/06/2022) Via telepon selulernya.


Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, 

"Pers itu terlahir dari sebuah intelektualitas jadi tidak sembarang orang dapat menjadi bagian darinya. Kami sadar akan hal itu sehingga di MOI Provinsi NTT semuanya harus melalui Diklat selama 6 bulan baru bisa menjadi wartawan." Bebernya


Terkait legalitas sebuah media yang bernaung dibawah bendera MOI di NTT, Andre menjelaskan itu merupakan prioritas DPW MOI Provinsi NTT dalam melahirkan pers yang sehat,


"Siapapun yang tidak berbadan hukum bukanlah bagian dari pers karena itu perintah UU Pers. Saya rasa itu sudah jelas! Sedangkan kami sendiri memiliki program subsidi badan hukum untuk media-media yang belum berbadan hukum. Program yang kami pegang ini merupakan program nasional dan diperuntukkan bagi media di seluruh Indonesia. Jika ada yang bertanya demikian arahkan saja ke Kantor DPW MOI Provinsi NTT agar mendapat penjelasan langsung dari kami." Ujar pria yang juga menjadi pengamat media tersebut.


Andre juga kembali mengingatkan kepada semua pihak supaya tidak berusaha menghalang-halangi tugas dari seorang wartawan/Jurnalis dalam mencari berita sebab ada konsekuensi hukumnya, 


"Pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Sesuai dengan Pasal 18 ayat (1) UU Pers menyatakan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)," Pungkasnya. (*Tim)

TAGS :

Tags: DPW MOI NTT HUKRIM Masri Ndoen Plh. Kapus Batakte Puskemas Batakte REGIONAL


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • 10 Cara Menjaga Bentuk Tubuh Tetap Proporsional dan Sehat
    Gaya Hidup Sehat untuk menjaga nentuk tubuh Proporsional tanpa diet ketat. Foto : Cheryil Apriani/Willy Rikardus Star News INDONESIA ,  Sabt...
  • Zona del Silencio di Meksiko Fakta Atau Hanya Kebohongan Belaka?
    Zona of Silence di Meksiko Star News INDONESIA,  Sabtu, (09 Desember 2023).  JAKARTA  - Zona of Silence adalah sebuah tempat di Meks...
  • Profil Jennifer Coppen dan Kisah Lengkap Perjalanan Hidupnya
    Aktris Cantik  Jennifer Coppen. Foto : Instagram Star News INDONESIA ,  Jumat, (11 Juli 2025).   JAKARTA  - Namanya mulai dikenal publik sej...
  • Jejak Awal Tulisan: Sejarah Penemuan Sistem Penulisan Pertama
    Bentuk tulisan tertua adalah aksara paku, yang dikembangkan oleh bangsa Sumeria dan digunakan oleh berbagai orang di Timur Tengah kuno. Foto...
  • Sejarah Mesin Ketik: Dari Inovasi Awal hingga Digitalisasi
      Star News INDONESIA,  Senin, (26 Agustus 2024).  JAKARTA  - Mesin ketik, salah satu penemuan revolusioner di bidang teknologi, memiliki se...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler