Perang Rusia vs Ukraina Mei 2026: Siapa Lebih Unggul dalam Perang Berkepanjangan?
ⒽⓄⓂⒺ

Perang Rusia vs Ukraina Mei 2026: Siapa Lebih Unggul dalam Perang Berkepanjangan?

Selasa, Mei 26, 2026
Rusia menyerang Kyiv dengan rudal balistik hipersonik Oreshnik. [Foto : AP/Eddie Lim]


Star News INDONESIA, Selasa, (26 Mei 2026). JAKARTA - Perang Rusia-Ukraina memasuki fase baru yang semakin menegaskan karakter konflik sebagai perang berkepanjangan yang saling menguras sumber daya. Hingga Mei 2026, belum ada tanda jelas bahwa salah satu pihak mampu meraih kemenangan mutlak di medan perang.


Rusia masih memegang sejumlah keunggulan konvensional, terutama dalam penguasaan wilayah dan kapasitas logistik militer. Sementara itu, Ukraina terus menunjukkan daya tahan melalui inovasi taktik perang drone serta dukungan militer dan finansial dari negara-negara Barat.


Secara teritorial, Rusia saat ini diperkirakan menguasai sekitar 19 hingga 20 persen wilayah Ukraina. Kendali penuh atas Luhansk, sebagian besar Donetsk, serta sejumlah kawasan strategis di Zaporizhzhia, Kherson, dan Krimea masih berada di bawah kontrol Moskow.


Keunggulan utama Rusia terletak pada kapasitas tembakan artileri dan rudal jarak jauh yang jauh lebih besar dibandingkan Ukraina. Moskow juga mulai mengandalkan teknologi rudal generasi baru, termasuk rudal hipersonik seperti Oreshnik, untuk mempertahankan tekanan terhadap infrastruktur militer Ukraina.


Selain itu, Rusia memiliki keunggulan populasi dan cadangan personel militer yang memungkinkan rotasi pasukan terus berlangsung di berbagai front pertempuran. Namun, kemampuan tersebut dibayar mahal dengan tingginya angka korban jiwa sejak invasi dimulai pada 2022. Berbagai estimasi menyebut total korban tewas dan luka di pihak Rusia telah mendekati 1,2 juta personel.


Di sisi lain, Ukraina terus memperlihatkan efektivitas strategi perang asimetris. Meski kalah dalam jumlah pasukan dan persenjataan berat, Kyiv berhasil menahan laju ofensif Rusia di sejumlah sektor penting sepanjang awal 2026.


Lembaga kajian militer Barat seperti Institute for the Study of War (ISW) mencatat laju serangan Rusia mengalami perlambatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ukraina bahkan disebut mampu melakukan serangan balik terbatas di wilayah Zaporizhzhia barat serta mempertahankan perbatasan utara dari penetrasi baru pasukan Rusia.


Salah satu faktor paling menentukan adalah dominasi Ukraina dalam perang drone. Kyiv dinilai berhasil mengembangkan strategi swarm drone atau kawanan drone untuk menyerang logistik dan sistem pertahanan Rusia secara lebih efisien.


Serangan drone Ukraina dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara Rusia di Krimea, termasuk sejumlah unit Pantsir, serta menyerang fasilitas energi dan kilang minyak jauh di dalam wilayah Rusia. Serangan tersebut memberi tekanan tambahan terhadap rantai logistik dan ekonomi perang Moskow.


Keunggulan Ukraina juga tidak lepas dari dukungan Barat yang masih mengalir. Sistem pertahanan udara Patriot, bantuan finansial Uni Eropa, hingga dukungan intelijen dari NATO menjadi faktor penting yang membuat pertahanan Ukraina tetap bertahan meski berada di bawah tekanan berat.


Namun demikian, situasi di medan perang saat ini cenderung menunjukkan kebuntuan. Rusia gagal mencapai target awal untuk menguasai seluruh Ukraina atau merebut Kyiv, sedangkan Ukraina juga belum memiliki kapasitas militer yang cukup untuk mengusir seluruh pasukan Rusia dari wilayah pendudukan.


Pengamat menilai perang kini memasuki fase adu ketahanan jangka panjang. Rusia bertaruh pada melemahnya dukungan Barat dan kelelahan militer Ukraina, sementara Kyiv berharap sanksi ekonomi internasional serta tingginya kerugian personel Rusia pada akhirnya akan melemahkan kemampuan perang Kremlin.


Dengan kondisi tersebut, arah konflik kemungkinan besar tidak lagi ditentukan semata oleh kemenangan taktis di garis depan, melainkan oleh siapa yang mampu bertahan lebih lama secara ekonomi, politik, dan industri militer.


Penulis : Eddie Lim

Editor : Yudha Mahardika

𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler