![]() |
| Raja Daud, seorang Raja besar Israel yang tercatat dalam berbagai tulisan bersejarah. [Foto : Ilustrasi] |
Star News INDONESIA, Rabu, (06 Mei 2026). JAKARTA - Kisah Raja Daud merupakan salah satu narasi paling lengkap dalam Alkitab, dicatat terutama dalam kitab 1 Samuel, 2 Samuel, dan 1 Raja-raja.
Ia dikenal sebagai raja yang berkenan di hati Tuhan, namun hidupnya juga memperlihatkan sisi manusia yang penuh kelemahan.
Daud berasal dari keluarga sederhana di Betlehem, sebagai anak bungsu dari Isai. Masa mudanya dihabiskan sebagai gembala, pekerjaan yang membentuk keberanian dan ketergantungannya kepada Tuhan.
Ketika Raja Saul tidak lagi taat, Tuhan mengutus nabi Samuel untuk mengurapi Daud sebagai raja masa depan. Sejak saat itu, Roh Tuhan menyertai Daud.
Nama Daud mulai dikenal luas saat ia menghadapi Goliat. Dengan iman kepada Tuhan, ia mengalahkan raksasa itu hanya dengan umban dan batu.
Kemenangan ini mengangkatnya ke istana Saul. Di sana, ia menjalin persahabatan erat dengan Yonatan.
Namun, keberhasilan Daud memicu kecemburuan Saul, yang kemudian berusaha membunuhnya.
Daud pun hidup sebagai pelarian, tetapi tetap menunjukkan integritas dengan tidak membalas Saul ketika memiliki kesempatan.
Setelah kematian Saul, Daud diangkat menjadi raja, pertama atas Yehuda lalu seluruh Israel. Ia menaklukkan Yerusalem dan menjadikannya pusat pemerintahan serta ibadah.
Daud membawa Tabut Perjanjian ke kota itu, menandai fokus rohani bangsa Israel. Tuhan kemudian mengikat perjanjian dengan Daud, menjanjikan bahwa keturunannya akan memiliki kerajaan yang kekal.
Namun, kehidupan Daud tidak tanpa dosa. Ia jatuh dalam perzinahan dengan Batsyeba dan merencanakan kematian Uria.
Nabi Natan menegurnya, dan Daud merespons dengan pertobatan yang tulus. Meski diampuni, ia tetap menghadapi konsekuensi, termasuk konflik dalam keluarganya dan pemberontakan oleh putranya, Absalom.
Di masa tuanya, Daud mempersiapkan pembangunan Bait Suci yang kelak didirikan oleh putranya, Salomo.
Ia juga dikenal sebagai penulis banyak Mazmur, yang mencerminkan hubungan pribadinya dengan Tuhan—mulai dari pujian hingga pertobatan mendalam.
Daud memerintah selama empat puluh tahun dan meninggal dengan meninggalkan warisan iman yang besar. Kisahnya menunjukkan bahwa Tuhan bekerja melalui manusia yang tidak sempurna, dan bahwa pertobatan sejati membuka jalan bagi pemulihan.
Penulis : Cheryil Apriani
Editor : Maria Patricia

