![]() |
| Dunia di Ambang Krisis, Perang Israel vs Iran dan Konflik Rusia-Ukraina Picu Ketegangan Global. [Foto : Eddie Lim/Maria Patricia] |
Star News INDONESIA, Rabu, (01 April 2026). JAKARTA - Ketegangan geopolitik global mencapai titik kritis seiring pecahnya konflik terbuka antara Israel dan Iran di Timur Tengah, serta berlarutnya perang antara Rusia dan Ukraina di Eropa Timur.
Dua front konflik besar ini dinilai berpotensi memicu krisis keamanan dan ekonomi global dalam jangka panjang.
Di Timur Tengah, situasi di Tel Aviv dilaporkan memburuk setelah gelombang serangan rudal balistik dari Iran menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan bangunan sipil.
Aktivitas warga nyaris lumpuh, dengan sebagian besar penduduk berlindung di bunker untuk menghindari serangan susulan.
Di sisi lain, Iran berada dalam status siaga tinggi menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel bersama Amerika Serikat.
Lebih dari 1.200 korban jiwa dilaporkan, sementara sejumlah fasilitas energi strategis mengalami kerusakan berat.
Kondisi ini turut menekan nilai mata uang Rial ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu di Eropa Timur, perang antara Rusia dan Ukraina memasuki tahun keempat tanpa tanda-tanda mereda.
Ukraina masih mampu mempertahankan sekitar 80 persen wilayahnya, namun menghadapi tantangan besar akibat menurunnya dukungan militer dari negara-negara Barat.
Sebagai respons, Ukraina meningkatkan serangan drone yang menargetkan fasilitas energi Rusia.
Rusia sendiri terus menekan di garis depan meski harus menanggung korban dalam jumlah besar.
Secara geopolitik, Moskow menunjukkan dukungan terhadap Iran, memperkuat dinamika aliansi yang berpotensi memperluas konflik.
Dari sisi ekonomi, Rusia juga menghentikan ekspor bahan bakar guna menjaga stabilitas pasokan domestik.
Dampak dari dua konflik ini mulai terasa secara global. Ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia, ditambah kebijakan Rusia terkait ekspor bahan bakar, memicu ketidakpastian harga energi internasional.
Sejumlah negara telah mengeluarkan peringatan perjalanan dengan risiko tinggi bagi warga sipil yang berada di wilayah konflik.
Para analis memperingatkan bahwa jika eskalasi terus berlanjut, dunia dapat menghadapi krisis ekonomi yang lebih luas, termasuk lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok, dan perlambatan pertumbuhan global.
Dengan keterlibatan negara-negara berkekuatan besar dan kepentingan strategis di sektor energi, situasi ini menempatkan dunia dalam posisi yang semakin rentan terhadap ketidakstabilan jangka panjang.
Penulis : Eddie Lim
Editor : Maria Patricia

