![]() |
| Donald Trump berbicara selama rapat kabinet pada hari Kamis. Foto: Jim Watson/AFP/Getty Images |
Star News INDONESIA, Kamis, (26 Maret 2026). JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan posisinya terkait ketegangan dengan Iran dengan menyatakan bahwa Teheran berada di pihak yang menginginkan kesepakatan, bukan Washington.
Dalam rapat kabinet yang berlangsung di Gedung Putih, Trump menyampaikan bahwa sejumlah laporan media tidak mencerminkan situasi sebenarnya.
Ia secara khusus mengkritik pemberitaan dari The Wall Street Journal yang menurutnya menggambarkan seolah-olah dirinya ingin membuka jalur negosiasi baru.
“Agar kita bisa meluruskan semuanya, karena saya telah menonton berita palsu Wall Street Journal dan semua cerita yang dicetak seperti, oh, saya ingin membuat kesepakatan. Mereka memohon untuk membuat kesepakatan. Bukan saya,” ujar Trump di hadapan para pejabat kabinet.
Trump menegaskan bahwa Iran adalah pihak yang aktif mencari kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Pernyataan ini mengulang klaim sebelumnya yang menyebut bahwa tekanan terhadap Iran telah membuat negara tersebut berada dalam posisi lemah.
Pernyataan terbaru ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait klaim tersebut.
Para analis menilai retorika semacam ini merupakan bagian dari strategi politik dan diplomatik untuk memperkuat posisi Amerika Serikat dalam setiap kemungkinan negosiasi.
Sementara itu, kritik Trump terhadap media kembali mencerminkan hubungan tegang antara pemerintahannya dan sejumlah organisasi pers besar di Amerika Serikat.
Ia kerap menuduh media menyebarkan informasi yang tidak akurat terkait kebijakan luar negerinya.
Hingga kini, belum ada perkembangan konkret mengenai kemungkinan pembicaraan resmi antara Washington dan Teheran, namun pernyataan Trump diperkirakan akan memicu respons dari pihak Iran maupun komunitas internasional.
Penulis : Faizal Hamzah
Editor : Septian Maulana

