![]() |
Israel Bunuh PM Houthi dalam Sebuah serangan di Yaman, ketegangan semakin memuncak. Foto : AFP |
Star News INDONESIA, Minggu, (31 Agustus 2025). JAKARTA - Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengonfirmasi bahwa Perdana Menteri mereka, Ahmed al-Rahawi, tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Israel di ibu kota Sana’a pada Kamis (28/8). Kematian ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik regional yang semakin memanas di Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan Sabtu malam, Houthi menyebut serangan itu menargetkan sebuah pertemuan kabinet di sebuah gedung pemerintahan. Selain al-Rahawi, sejumlah menteri dilaporkan tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Meski belum ada angka pasti, laporan awal menyebut setidaknya 12 pejabat tinggi ikut menjadi korban.
Ahmed al-Rahawi diketahui menjabat sebagai perdana menteri sejak Agustus 2024. Ia memainkan peran penting dalam memperkuat posisi politik Houthi di wilayah utara Yaman yang mereka kuasai.
Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan tersebut. Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Sabtu malam mengatakan bahwa Israel akan "meningkatkan tekanan terhadap kelompok-kelompok proksi Iran di kawasan, termasuk Houthi."
“Siapa pun yang mengancam warga Israel akan merasakan kekuatan penuh dari kami,” ujar Netanyahu dalam konferensi pers di Tel Aviv.
Houthi, yang didukung oleh Iran, telah berulang kali meluncurkan serangan drone dan rudal ke arah Israel sejak pecahnya konflik Gaza tahun lalu. Kelompok ini juga telah mengganggu jalur pelayaran internasional di Laut Merah, yang memperburuk situasi geopolitik di kawasan.
Menteri Luar Negeri Iran mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai “aksi agresi terang-terangan terhadap kedaulatan Yaman.” Di sisi lain, Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi, meskipun para pejabat Gedung Putih sebelumnya menyatakan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Laut Merah.
Pasca serangan tersebut, Houthi segera menunjuk Muhammad Ahmed Miftah sebagai penjabat perdana menteri. Penunjukan ini diumumkan dalam siaran televisi nasional yang dikuasai kelompok tersebut pada Sabtu malam.
Kematian al-Rahawi diperkirakan akan menjadi titik balik dalam konflik Yaman yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, sekaligus memperluas cakupan perang bayangan antara Iran dan Israel di kawasan tersebut.
Penulis : Eddie Lim
Editor : Meli Purba