Darurat Iklim di Iran: Kekeringan Ekstrem Ganggu Pasokan Air Nasional
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • MUSIK
  • RELIGI
  • ZODIAK
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Bencana Iklim Iran › Gelombang Panas › INTERNASIONAL › Krisis Air Iran › MANCANEGARA

Darurat Iklim di Iran: Kekeringan Ekstrem Ganggu Pasokan Air Nasional

Rabu, Juli 23, 2025

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Suhu mencapai 50°C, Pemerintah Iran liburkan warga demi hemat pasokan listrik. [Foto : Al Jazeera]


Star News INDONESIA, Rabu, (23 Juli 2025). JAKARTA - Iran tengah menghadapi salah satu bencana iklim terburuk dalam sejarah modernnya. 


Gelombang panas ekstrem yang melanda sejak awal Juli telah menyebabkan anjloknya permukaan air di sejumlah bendungan utama, hingga ke titik terendah dalam satu abad. 


Pemerintah pun mengumumkan hari libur darurat di lebih dari 10 provinsi, termasuk ibu kota Tehran, guna mengurangi beban konsumsi listrik dan air.


Menurut laporan AFP dan The Guardian, suhu di beberapa wilayah selatan Iran telah menembus angka 50 derajat Celsius. 


Di Tehran sendiri, suhu harian melebihi 40 derajat selama hampir dua pekan berturut-turut. 


Kombinasi antara kekeringan berkepanjangan, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya air yang tidak efisien telah memperburuk krisis ini.


Kementerian Energi Iran melaporkan bahwa cadangan air di bendungan utama seperti Dam Karaj dan Dam Lar turun drastis, bahkan lebih rendah dibandingkan kondisi pada puncak musim kemarau tahun-tahun sebelumnya. 


"Ini adalah kondisi yang belum pernah kita alami sejak awal abad ke-20," kata seorang pejabat pemerintah kepada kantor berita IRNA.


Sebagai langkah darurat, pemerintah menyerukan penghematan listrik dan air secara nasional. 


Gedung-gedung perkantoran dan sekolah di berbagai provinsi ditutup sementara, dan warga diminta untuk tidak keluar rumah selama siang hari untuk menghindari risiko dehidrasi atau serangan panas.


Lembaga lingkungan hidup internasional menilai kejadian ini sebagai sinyal bahaya yang semakin nyata dari krisis iklim global. 


"Iran saat ini menjadi contoh nyata bagaimana perubahan iklim bisa berdampak langsung pada ketahanan air dan energi sebuah negara," ujar pakar iklim dari PBB, Dr. Leila Rahimi, kepada Al Jazeera.


Warga Iran, sementara itu, menghadapi kenyataan pahit: listrik padam bergilir, air bersih terbatas, dan suhu yang membakar tubuh. 


Di berbagai platform media sosial, warga berbagi keluhan tentang kondisi hidup yang semakin sulit.


Pemerintah Iran telah berjanji akan mempercepat pembangunan infrastruktur air dan energi alternatif. 


Namun, bagi jutaan warganya, hari-hari ke depan tampaknya masih akan penuh dengan ketidakpastian di tengah suhu yang terus memecahkan rekor.


Penulis : Deni Suprapto

Editor : Meli Purba

TAGS :

Tags: Bencana Iklim Iran Gelombang Panas INTERNASIONAL Krisis Air Iran MANCANEGARA


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Lebih dari 60 Pengusaha Rental Mobil di Kupang Resmi Bentuk ASPREM NTT
    Puluhan Pengusaha deklarasikan pembentukan ASPREM NTT, sebagai wadah bersama Pengusaha Rental Mobil, Sabtu (03/10/2026). Foto : Dok. Redaksi...
  • Herry FF Battileo, SH.,MH., "Pengakuan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat"
    Star News INDONESIA ,  Selasa  (14 Desember 2021).  KOTA KUPANG  - Pada dasarnya kesatuan masyarakat hukum adat terbentuk berdasarkan tiga p...
  • Indonesia Tawarkan Impor 2 Juta Ton Gandum untuk Deal Tarif dengan AS
    Indonesia Siap Beli Gandum AS Rp 8 Triliun, Indofood Ambil Peran di Diplomasi Ekonomi RI-AS. Foto : Litha Andayani/Maria Patricia Star News ...
  • Pihak BRI Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Laporan Kasus Penipuan
    Kuasa Hukum Yessi Irmadani desak Polisi tetapkan Tersangka kasus penipuan . [Foto : Anhar Rosal/Regina Panjaitan/Ilustrasi Bank BRI] Star Ne...
  • Ryan Garcia Kembali Bangkit Dengan Kemenangan TKO Atas Oscar Duarte
    Duel Rian Garcia vs Oscar Duarte, Minggu, (03/12/2023). Star News INDONESIA ,  Minggu, (03 Desember 2023).  JAKARTA  - Meski jauh dari sempu...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler