Peringatan 12 Oktober 2007: Refleksi Lima Tahun Tragedi Bom Bali
ⒽⓄⓂⒺ

Peringatan 12 Oktober 2007: Refleksi Lima Tahun Tragedi Bom Bali

Jumat, Oktober 12, 2007
Kondisi di Legian Kuta pasca Tragedi Bom Bali I. Foto : Arsip Nasional


Star News INDONESIAJumat, (12 Oktober 2007). DENPASAR - Tepat lima tahun sejak tragedi Bom Bali 2002 mengguncang dunia, ratusan warga, keluarga korban, dan wisatawan berkumpul di kawasan Kuta untuk mengenang peristiwa yang menewaskan 202 orang tersebut.


Upacara peringatan digelar dengan khidmat di lokasi bekas Sari Club dan Paddy’s Pub, dua titik utama ledakan pada malam 12 Oktober 2002. 


Lilin-lilin dinyalakan, bunga ditaburkan, dan doa lintas agama dipanjatkan untuk para korban yang berasal dari berbagai negara.


Sejumlah pejabat pemerintah daerah Bali hadir dalam acara tersebut, bersama perwakilan keluarga korban dari dalam dan luar negeri. 


Dalam sambutannya, mereka menegaskan bahwa tragedi ini menjadi titik balik penting dalam upaya pemberantasan terorisme di Indonesia.


“Lima tahun telah berlalu, namun luka itu masih terasa. Kita tidak boleh melupakan, tetapi kita juga harus bangkit,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban.


Sejak peristiwa tersebut, aparat keamanan Indonesia meningkatkan pengawasan dan kerja sama internasional untuk mencegah aksi terorisme. 


Kelompok yang bertanggung jawab atas serangan ini diketahui memiliki keterkaitan dengan jaringan Jemaah Islamiyah, yang kemudian menjadi fokus operasi penegakan hukum di kawasan Asia Tenggara.


Di sisi lain, sektor pariwisata Bali yang sempat terpuruk perlahan menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Tingkat kunjungan wisatawan asing mulai meningkat dalam dua tahun terakhir, didukung oleh promosi pariwisata dan peningkatan standar keamanan di berbagai destinasi wisata.


Meski demikian, bagi keluarga korban, peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah pengingat akan kehilangan yang tak tergantikan sekaligus harapan agar tragedi serupa tidak pernah terulang kembali.


Pemerintah daerah Bali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan memperkuat toleransi antarumat beragama sebagai benteng melawan radikalisme.


Peringatan lima tahun ini menjadi momen refleksi, tidak hanya bagi Bali, tetapi juga bagi Indonesia dan dunia bahwa di tengah duka mendalam, semangat untuk bangkit dan bersatu tetap menyala.


Penulis : Een Kurniawati

Editor : Gilbert Samosir 

𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

TerPopuler